May 11, 2008

..wanita: TKI..

Only silence that is the true friend that never betrays. Silence is so great, it feels like a black coffee with a slice of panettone cake. Perfectly sweet, smells good, but a bit surrounded by a bitterness—a bitterness of living.

Gw menggeser posisi punggung, mencari posisi yang lebih nyaman. Butir-butir moisture sisa musim semi yang menari-nari mengelilingi udara disekitar gw, berasa hangat, berat dan pekat. Akibatnya, langit malam yang harusnya hitam memikat, menjadi agak merah dan sedikit gelap.

Kaos Ho Chi Minh gw berkibar-kibar riang ditiup angin yang temperaturnya hampir bikin gw sinting. Panas memang, tapi gw menikmati hawa panas ini dalam kesendirian gw. Lagipula, I got a very breathtaking scenery up here. Very much entertaining, so the feel of hot and loneliness (heleh) has gone away.

Entahlah, gw kalo ketemu balkon, pasti bawaan gw menerawang, mikir-mikir hal-hal yang pernah lewat dihidup gw. Seperti halnya hal-hal baru ini, hal-hal yang menekan batin gw hingga sangat erat. Sampai-sampai gw nggak ngerti, apa yang harus gw lakukan.

====================================================================

Kemarin, gw jalan-jalan sama si Zikhry ke Victoria Park, menurut gosip, kalo kangen Indonesia, lu ngacir aja ke sana. Karena banyak pahlawan devisa (TKW - termasuk gw, hihihi) asal Indonesia yang main ke park—terlalu aneh kalo gw artikan ‘taman’—yang luas, terlihat hijau, tradisional namun hi-tech ini.

Belum masuk ke area park, gw udah disambut sama swalayan made in Indonesia. Gw lantas norak bukan main. Jingkrak-jingkrak bak anak kecil dibeliin boneka tinky winky. So excited!

Didepan toko itu ada beberapa wanita duduk-duduk, lesehan. Dari ciri khas betapa moving fast and so much western-nya kota ini, gw bisa nebak, pasti mbak-mbak ini orang Indonesia. Haha. No offense ya.

Gw memberanikan diri masuk kedalam, penasaran aja, apa sih yang dijual di warung Indonesia ini?

Setelah gw liat-liat, emang banyak banget produk Indonesia yang dijual disitu, dari kosmetik, makanan (ada nasi gudeg yang bisa dipanaskan loh!), bumbu, snack, beng-beng, bahkan ada MARNING! (cari diwikipedia deh kalo nggak tau Marning itu apa).

Harganyapun relatif sama, misalnya aja gw kemarin beli lotion vaseline, harganya 18 rebu di Indonesia, di sini dijual $16 (kurs $1 = Rp 1210). Trus kripik ‘Kusuka’ fave gw, harganya $6. intinya fair lah, nggak belagu yang punya toko.

Di toko sini juga ada pengiriman uang khusus, tanpa potongan. Ada juga electronic storenya, yang dijual hanya MP4 player, ponsel, n gadget telecom yang simple gitu lah. Nggak lupa jual emas-emas juga. Mungkin yang punya toko tau, kalo para TKW pada suka nyimpen emas.

Puas mampir-mampir ke warung tadi, gw memasuki area dalem Victoria Park. Well, typical khas orang Asia, kalo nggak foto-foto dulu, ya nggak apdol (afdhal). Haha!

Setelah gw n Zikhry menggila foto-foto, kami iseng duduk dideket situ, awalnya sebelah tempat duduk gw, orang Pakistan, ganteng! Mirip Rob Kardashian! Tapi nggak lama, orang itu pergi dan datanglah, guess what?! Mbak-mbak, berdua dengan logat yang jawa super medok!

Seperti biasa, gw anaknya excited-an, makanya mereka gw culik, ajak ngobrol dikit. Mereka seneng banget juga. Untuk mengkamuflase agar mereka lebih open wawancaranya, gw ama Zikhry ngaku anak kuliahan, lagi research. Waks!

====================================================================

Setelah beberapa waktu wawancara, muka gw nggak begitu excited lagi. Ada beberapa fakta yang bikin gw kesian aja sama mereka.

Standardnya, gaji mereka $3480 (HKD) sebulan (kurang lebih 4.210.800 IDR). Dan mereka harus setor ke PT (nyebutnya sih gitu, agen kali ya) $3000 perbulan selama 7 kali. Setornya gampang, bisa langsung, bisa lewat 7eleven (mirip-mirip Indomart di Indonesia).

Jadi intinya perbulan mereka cuma dapet $480 (580.800 IDR) aja. Kalo kontraknya 2 tahun, enak, tajir aja. Tapi kalo kontraknya cuma 12 bulan? Yah, mereka cuma punya waktu 5 bulan buat nikmatin full rate gaji mereka.

Gw terbayang, buset daaah (ini bukan umpatan), Zikhry aja ibaratnya dibayar beratus-ratus dollar per hari disini, kerja Zikhry yang nggak sampe jam 9 malem, dikenakan pajak juga nggak sampe $3000.

Wadoh kok begini amat realitanya!

Itupun masih ada satu-dua orang, karena NGGAK PUNYA (bukan MINIM) pengetahuan, baik pengetahuan tentang: minimum wage, rights and semua rules yang related and applied di sini, ada yang cuma dibayar $1800-$2000 sebulan!

Well, maybe money is not everything, but sometimes without money everything becomes nothing. Makanya dibela-belain.

Hm.. sujud gw bertambah dalam hanya untuk memikirkan hal ini.

====================================================================

Well anyway, mereka so pasti cerita yang seneng-seneng juga lah. Dalam kondisi seperti itupun mereka masih mensyukuri, jika mereka jauh lebih baik daripada TKW yang pergi ke Arab, atau Singapore. Karena di sini human rights lebih dihargai. Sebagian besar majikan sudah sadar terhadap hak-hak yang dimiliki para TKW ini, sehingga, the rights is fully given. Ditambah disini lebih bebas juga katanya. Haha jadi mereka bisa make baju suka-suka.

Nggak sadar, gw nyerocos aja, meminta mereka berpendapat, apa sebenernya harapan mereka terhadap pemerintah Indonesia saat ini. Kurang lebih jawabannya kayak gini:

"Gini lo mbak, pemerintah kita itu kurang memberikan penyuluhan buat kita-kita (kami, mungkin maksudnya), jadi kita banyak yang nggak tau soal aturan itu. Jadi kalo dapet majikan yang kurang ajar, kebanyakan, kita cuma diem aja, karena kita nggak tau hak kita sejauh mana.

Pelayanan di konsulat (KBRI) juga buruk. Kalo tanya-tanya dikit, mereka suka melayani dengan seenaknya, bentak-bentak. Tapi yah, dibanding yang lalu-lalu, pelayanannya meningkat sih, sekitar 2% (haha!).

Harusnya kayak konsulat pilifina (Philiphina), mereka itu bagus mbak pelayanannya, ngurus TKWnya juga serius, makanya jarang orang pilifin yang gajinya dibawah standar, jarang juga ada yang dikibulin sama majikannya, mereka berani ngelawan, karena mereka tau persis hak dan kewajiban mereka.”

====================================================================

Awan bergerak tanpa berarak namun melambat dan sekarat, hanya hening yang menemani panjangnya jeda helaan nafas Mbak Mini (nama sang TKW narasumber). Mungkin dia ingat anak-anaknya, bisa jadi dia ingat kampung halamannya. Gw nggak pernah tau.

Kalimat gw selanjutnya patah, penuh rasa bersalah, “apa yang bisa aku bantu, mbak mini?”. Mbak Mini cuma tersenyum, menepuk-nepuk pundak gw, “Sudah, sekolah saja yang benar”.[]

                            

March 21, 2008

..wanita: yang bekerja yang dianiaya..

Gw: lo nggak tau alasan gw untuk tetep kerja dit, jangan timpang sebelah dulu

Radit: Nggak, pokoknya istri kudu di rumah urus anak & jaga amanah rumah

Gw: gw maklum kalo lo berpendapat gitu karena lo nggak tau background gw

Radit: kalo istri kerja, jadi lah istri pembakang, ga berkah istri kaya begitu

Gw: apapun itu, gw hargai pendapat lu, toh gw juga kagak mau merit ama lu

Radit: gara-gara ortunya dua-duanya kerja, jadi lah anak-anaknya anak pembantu, kasian de tu anak..

Gw: nggak, kalo emaknya gw, tujuan gw kerja bukan duit kok, insya allah mulia, banyak berkah

Radit: blom kawin seh bisa ngomong gampang, ntar kalo anak sakit .....uda cape kerja ..cape pula anak sakit

Gw: kalo kerjanya nggak nganggep beban, dan kalo anak nggak dianggap sebagai beban, sebagai manusia yang punya nurani, gw nggak akan ngerasa capek dit, lagian gw kan nggak kayak elo: PNS, tukang korupsi, narrow minded, overjudgmental pula..

=========================================================================================

Setelah berhari-hari, otak gw masih kram. Conversation gw sama si Radit Monyong barusan bener-bener triple strike (telek) banget buat gw. Gila apah! Secara nggak langsung gw didoain masup neraka ama dia. Sigh..!!

Well, rasanya kira-kira memang mustahil untuk bisa tepat mengenali manusia secara logis dan mendalam. Karena pemaknaan masing-masing individu terhadap suatu konsep atau cara pandang perihal tertentu JELAS berbeda, sejalan dengan perbedaan teori ilmiah yang dimiliki masing-masing. Singkatnya: mahzab filsafatnya beda.

Orang-orang kayak gini, berani melontarkan kritikan-kritikan maut tapi ngawur. Biasanya mereka meletakkan sasaran kritik mereka berdasarkan apa “maunya” mereka aja. Toh nggak harus sampe mengeluarkan kata-kata menyakitkan buat orang lain untuk menyampaikannya kan? Kalo kata kitab suci agama gw: “Dan ajaklah mereka berdebat dengan cara yang sebaik-baiknya (QS - 16:125)”.

Gw rasa sih, semuanya bakal baik-baik aja atas dasar dukungan dan kebijakan si husband will be agar nantinya kita dapat mengupayakan tawazun (keseimbangan) antara kerja, diri pribadi dan rumah tangga.

Gw adalah satu dari jutaan pemikir yang sadar akan tanggung jawab sosial gw, dan gw nggak akan ngelepas tanggung jawab itu barang sekejap.

Jadi, please deh para cowok, kompensasi dan hak trial sebagai wanita yang bekerja juga wajib diberikan kepada gw dan mungkin ribuan wanita yang kayak gw (diistilahkan: kaum mustadh’afin: orang-orang yang tertindas sepanjang jaman).[]

=========================================================================================

Dikutip dari buku kuwair:
Kecerdasan dan kecendekiawanan, adalah dua hal yang dapat membuat seseorang mampu memutuskan belenggu-belenggu yang membelit dirinya dan menjadikannya mampu mendahului jamannya.

March 04, 2008

..Wanita: Beautifully Dangerous..

Seorang teman gw yang sangat pintar dan baik (bu Dian) bilang: “proof of life is, if you are a pretty woman, people will talk to you nicely, but for my case—as a proud ugly and old woman—they DON’T even need to STARE AT YOU while you were talking to them, needless to answering it nicely. Sanity really takes place for such behaviour”.

Wanita cantik memang selalu mendapat apologi untuk apapun kesalahannya. Mau dia matre kek, yang penting cantik. Mau dia oneng kek, yang penting cantik. Mau dia nge-babu-in elo kek, yang penting cantik. Well, sangking bodonya, kaum cowok pasti nerima-nerima aja (sebelum mereka bener-bener disakitin).

=========================================================================

“yOeM, gw tiap hari ada full 24 jam buat Rima. Pagi gw jemput, pulang gw anter. Bahkan karena kantor dia lebih jauh dari kantor gw, gw rela dia bawa mobil gw sedangkan gw naek bus. Apapun yang dia mau, sebisa mungkin gw penuhin. Gw sayang banget sama dia and 6 taon kayak gitu terus, for damn 6 years!!”.

Seperti biasa, kalo dicurhatin gitu, muka gw pasti ruwet (baca: cantik) banget: naik-naikin alis sambil manyun-manyun gak jelas. Radit benar-benar devastated. Pacarnya minta putus mendadak plus tanpa alasan (gosipnya sih kecantol pria yang lebih kaya).

Radit bergumam, “gw yakin, Rima pasti diSANTET

Waduh! Sambil setengah mendelik, gw membetulkan posisi duduk gw. Ampun deh, cowok memang benar-benar bodoh dan rapuh dalam kondisi terpuruk. Yang bisa gw lakukan saat itu, cuma men-tunyuk-tunyuk jidat gw, sambil sesekali geleng-geleng kepala (tunyuk-tunyuk = memencet yang memijat *heleh*).

Dihadapkan pada Radit yang masih bimbang dan menerawang, hati kecil gw menyesali, betapa kejamnya cewek-cewek model begini. Model cewek selfish matre nan manja plus nggak jelas. Model cewek yang menganggap “hati” itu cuma sekedar keratan daging yang bisa ditusuk, dirobek-robek, diuyel-uyel, dimainin, dibejek-bejek sak penake udhele dhewe. Cewek yang menganggap “otak”-nya hanya sebagai sumpel kepala (nggak ada bedanya sama sumpel beha) alih-alih biar kepalanya bagus, bundar dan terlihat ADA isinya.

Called me synical! Well, I do!

=========================================================================

“yah ndut, cewek gw nggak bisa diajak makan di angkringan (dipinggir jalan), kasian, dia nggak biasa…” (Padahal wisata kuliner itu SAMA SEKALI nggak asik kalo di mall)

“Rum, gw agak telat nih, bilang sorry ama anak-anak yeh, abisan cewek gw nelpon, katanya payungnya ketinggalan dirumah, dia mau minta ambilin payung, makanya gw mau kerumahnya dulu ngambil payung, trus ngantur tu payung ketempat lesnya. Abis itu baru gw kesituh”. (mending minta jemput sekalian pas pulang, dibanding harus stupidly nyuru-nyuru orang lain untuk ngambilin barang-barang lo..)

“Yum, gw kagak ikut dah. Gw lagi miskin, ga punya duit cash. ATM gw lagi dibawa ama cewek guah. Besok aja deh jalannya, sekalian ngajak cewek gw.” (Anjrit. Duit itu pake capek kali nyarinya)

(T___T) Hhhhh………

Jadi inget, gw pernah dikirimi SMS, isinya: “don’t pray for an easy life, but pray for becoming a stronger woman”. Hm, padahal masih banyak kata kata lain kayak: prettier, or smarter, or dsb dsb. Why has to be “stronger”? Kenapa justru konotasinya terkesan maskulin untuk sebuah subjek yang feminin? (sigh…). Gw berpikir keras, there must be something beyond this.

Look, selain cantik, perempuan itu harus mandiri, pintar dan berkarakter. Bukan pintar dalam batasan degree/ijazah, tapi juga emotively smart (bahasa engineernya: adaptif). Yang paling penting: dapat membangun pribadi yang egaliter (merasa sama dengan orang lain). Karena dengan menjadi sama, setidaknya kita menjadi lebih peka dan respect terhadap keadaan. (At least, being aware terhadap hak maupun kewajiban selayaknya perempuan yang berakal dan berbudi pekerti luhur).

Girls, hidup itu seni kompromi. Lo harus bisa mengkombinasikannya dengan ciamik (pas dan tepat). Jangan terlalu mengandalkan atau bergantung pada orang lain. Dan yang paling penting, belajarlah mengenali potensi diri sendiri demi hidup yang lebih baik.

Beuh, lagian rugi cong (dari bencong), kalo hari gini masih menjadi typical perempuan jadul jijay manja cupet kuper bodo. Anyway, untung banget kok kalo loe bisa mengkombinasikan cantik, pintar, dan kuat sekaligus dalam satu paket. Coz believe me, smart and beautiful women are seriously dangerous[]

=========================================================================

jika tak ada kertas, aku akan menulis pada dinding, jika aku menulis dilarang aku akan menulis dengan tetes darah! (Wiji Thukul)

May 02, 2007

::.PeReMpUan: DaLam BinGkai moDeRnisMe DaN maSa LaLu.::

Beberapa waktu lalu, menjelang perayaan hari kartini, gw memutuskan untuk menulis. Isinya menurut gw biasa-biasa aja, ulasan tentang bagaimana membuat kehidupan wanita menjadi lebih baik, dan tentunya nggak lupa gw jabarin dua faktor utama yang saling mendukung dan terkait dalam ulasan itu. Pertama: faktor internal—berupa kecerdasan si perempuan itu sendiri—dan yang kedua: faktor external  berupa keterlibatan pasangan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung peran masing-masing agar nggak terjadi ketimpangan ataupun ketidakadilan buat si perempuan.

Well, niat gw sih sebenarnya nggak sampe sejauh itu. Gw cuma mau ngebuka dikiiiit aja, tentang realita perselingkuhan, yang sebenernya terjadi karena kesalahan dua belah pihak (baik laki-laki dan perempuan). Tapi karena konteksnya: ditulis pada perayaan hari kartini, gw yang badung ini agak-agak nyolot buat menambahkan sedikit hiperbolisme kedalam bahasa-bahasa gw (biar lebih nampol dan hot maksutnya).

Tapi entahlah, tulisan itu sepertinya menimbulkan suatu super-chemical-reaction pada masing-masing orang yang mbaca, sehingga diluar prediksi gw, buanyak banget yang kasih komentar, baik langsung di blog ataupun di imel.

Yah, yang komen bagus dan seiring sejalan sih nggak papa, membuat gw tambah cengar-cengir ke-GR-an, nah yang ngasih komen sadis-sadis dan menghujat ini yang bikin gw puyeng (masa tulisan gw dibilang hipokratik, sarkasme, dsb dsb??).

Emosi neh!

Zachrie, yang juga pengamat sosial gw, menyadari hal itu. Dan dia cuma ketawa ringan sambil berpesan: ”Sabar.. sabar.. kamu harusnya bangga, Rum! kamu punya ekspresi dan sense buat ngebebasin dirimu. At least kamu bisa nulis apa yang orang selama ini hanya bisa membayangkannya aja. Itu kelebihanmu! Ya.. kalo kamu nggak bisa berlari sambil teriak, kan kamu masih bisa merayap sambil berbisik, pelan pelan aja.. itu baru namanya merendahkan diri meninggikan mutu..”

Walaupun wejangan itu terdengar sangat bijak, reaksi gw tetep aja-aja manyun manyun nggak jelas. Mengetahui hal itu, Zach melanjutkan: ”Ini jaman dimana semua orang sudah mengalami tingkat edukasi dan literate yang sangat tinggi, sehingga sudah selayaknya buku dihadapi dengan buku, gagasan ditarungkan dengan gagasan, dan tulisan dihadapi dengan tulisan, sudahlah.. mending kamu bikin tulisan lagi untuk menjelaskan inti persoalan yang kamu sampaikan di tulisanmu kemarin melalui perspektif yang lebih objektif lagi..”

(Tapi sayangnya, gw udah cukup males buat ngebahas-bahas yang kemaren)

Namun, dari situ, kami malah jadi punya bahan baru dan seru buat diskusi, seputar: bagaimana menjadi perempuan yang mandiri dan modern tetapi tetap menjunjung hal-hal yang berbau norma-norma tradisi konservatif, seperti: menyadari posisi dan perannya sebagai perempuan, memiliki kesabaran tingkat tinggi, menghargai orang lain, mau mendengar, bekerja keras dan membiasakan tepat waktu.

~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*~*..*~~*..*~~*..*~~*

Garis merah yang dapat kami tarik adalah: bahwa citra feminism yang selama ini diteriakkan oleh kaum perempuan, kayaknya sudah mulai melenceng, baik dari kaidah logis maupun agamis. Contoh kasus: Maia Ahmad. Mentang-mentang berasa modern dan bisa kerja cari duit sendiri, lantas mbangkang dari suami (ini terlepas dari fakta lain tentang ahmad dhani yang dsb dsb lah..).

Gw masih gerah denger statementnya si Maia: ”Perempuan jaman sekarang kan punya kesempatan luas, bisa bekerja, dan punya kebebasan untuk aktualisasi diri, asal keluarga tetap nomor satu, nih buktinya saya bawa anak-anak saat kerja”

Gw lantas ber-asep (sangking gerah dan panas, yuk mareeeh…).

Umm.. keluarga juga ada bagian ”suami”-nya, bukan?. Nah yang kayak gini yang namanya nggak kontrol dan kebablasan.

~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*~*..*~~*..*~~*..*~~*

Dari situ, gw menemukan satu teori baru, bahwa sebagai perempuan yang cerdas, kita juga harus dapat mendefinisikan variabel kesetimbangan tertentu sebagai tolak ukur (atau bahasa tekniknya: threshold) untuk menentukan apakah kita sedang berada di low level atau bahkan malah over threshold.

Gunanya ya sudah pasti, kita jadi lebih pintar untuk memutuskan kapan mempercepat dan melambatkan langkah agar segala sesuatunya berjalan secara seimbang. Nah dengan begitu, otomatis, kita bisa jadi kekasih sekaligus partner yang klop buat pasangan (ini pake kondisi ideal sih, tau realitanya ada apa nggak)

Disitulah letak arti kesabaran buat seorang wanita. Kesabaran dalam menahan ego.

Waaaah... gw jadi ngerasa berhutang banyak sama buku-buku, blog-blog, infotainmen, dan (yang utama) berhutang banyak kepada orang-orang yang ngajak gw berpikir.. (tuing?)

~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*~*..*~~*..*~~*..*~~*

Kalau kita masuk ke dalam paradigma kebebasan wanita yang salah kaprah, bisa-bisa nanti terbawa arus. Wadooh kacau nih!! Tapi gw yakin, kita masih bisa mengubah. Masa kita kalah sama ikan laut? Ikan laut hidup di laut yang airnya asin, tapi toh dalam kondisi environtment yang seperti itu (asin), nggak merubah si ikan menjadi asin. Makanya jangan ndeso! Introspeksi dong. Gw idem deh ama katanya om Socrates kalo ”hidup yg tidak diperiksa ulang tidak pantas untuk dihidupi”.

NAH! sekarang untuk menjadi modern, sophisticated, intelligent but humble and lovable women, pertanyaannya bukan: bisa atau nggak? tetapi: mau atau nggak?

~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*~*..*~~*..*~~*..*~~*

Life isn't fair but that doesn't mean we have to be unfair.

~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*..*~~*~*..*~~*..*~~*..*~~*

This blog is dedicated to sayangkuw Zach - terimakasih untuk selalu mengajakku berpikir]

April 20, 2007

PeReMpUan: TerPenJaRa PaSuNgan

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

Andaikata aku jatuh ditengah-tengah perjalananku, aku akan mati bahagia, Sebab bagaimanapun jalan telah terbuka..
[Habis gelap terbitlah terang, Door duisternis tot licht - April 1911]

Selamat Hari Kartini, Wahai para wanita..
berbahagialah kita atas
96 tahun pelepasan rantai dan "pasung" perbedaan Gender yang sempat menghimpit arah, ruang gerak dan visionari kita sebagai Perempuan..

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

"Hoaaahhh..........."
udah
6 kali lebih sedikit gw menguap..

Dan udah 2 jam lebih 5 menit gw cuma ketap-ketip..
Ada perputaran misterius dikepala gw yang berebut minta dihapus..

Seribu pertanyaan gw tentang "Perempuan" yang telah banyak terjawab,
tiba-tiba menimbulkan sebuntel
masalah baru yang membuat gw KEMBALI terjebak..

Gila!! Ini Labirin tak berujung! 

seperti ada yang aneh dan PALSU disitu..

Hmm.. secara TEORI (yaitu menurut KONSEP "Kartini"),
harusnya gw sebagai
perempuan.. telah MERDEKA sekarang,
tapi menilik kejadian yang sudah-sudah...
Justru realisasi
'konsep Kartini', kini menjadi semakin blur n absurd buat gw..

gw tetap merasa kalo para perempuan masih "terpasung" dalam teori kebebasan ini! Masih terjajah oleh laki-laki..

Terpasung dari sisi luar berupa 'siksaan' mantap egosentris lelaki, ataupun terjajah dari dalam berupa pembatasan & creativity congest (Melambatnya kreatifitas) akibat kata-kata sakti: KODRAT PEREMPUAN yang membuat kami stuck sehingga takut untuk bergerak mengikuti visi dan nurani kami sendiri..

Akibatnya? mau mundur salah, mau maju juga akan tetap jadi masalah.. dengan kata lain, apa yang diharapkan.. dengan bagaimana kenyataannya, SUNGGUH jauh bergeser dari titik awal tujuan konsep Kartini bermula..

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

Wacana ini timbul hanya dari hal sepele..
Bermula dari diskusi singkat dengan
Zachrie, my ishtar, tentang
"Mengapa Perselingkuhan di Indonesia kian marak terjadi.."

Sebagai statement pembuka, Zach berasumsi bahwa sebenarnya..
Istri juga turut mengambil peran penting dalam menentukan
tinggi rendahnya probabilitas perselingkuhan yang dilakukan suami..

Then my question is: "WHY?"

Apakah karena Istri mengalami perubahan secara fisik seiring waktu?
Apakah karena karena Suaminya
bosan?
Apakah karena kebutuhan
seks semata?
Apakah karena kenaikan
pangkat suami?
Apakah karena gelimang
harta dan tahta?
Apakah karena karena
prestige?

Zach menjawab sendiri pertanyaan itu: "YA! TENTU SAJA! Itu manusiawi"

Gw cuma cengar-cengir blo'on,
gw merasa ada
ketimpangan disitu..

But my next question is: "HOW? Bagaimana itu bisa terjadi?"

Secara diplomatis Zach menjawab:
"Wajar lah sweetheart, dalam dunia pekerjaan beserta tantangannya, Suami mampu terus mengupayakan dirinya untuk lebih maju, lebih kompleks, lebih majemuk, lebih survived dsb dsb sehingga secara automatic, seiring bertambahnya waktu, pencapaian sang suami terhadap kualitas hidupnya dapat terus meningkat secara significant!"

Gw cuma bertopang dagu..

Zach melanjutkan:
"Well iyeoum (?? maksutnya iyoem barangkali), as you may know, Istri itu lebih banyak dirumah, dan perubahan kualitas hidupnya nggak berjalan begitu cepat, dunia istri berjalan jauh dan jauh dan jauh lebih lambat dari sang suami.. dan akibatnya bisa kamu prediksi kan? sang suami akan merasa nggak puas, lantas mencari sosok wanita 'baru' yang dapat berimbang dengan dirinya, yang selevel dengan pencapaian kualitas dia.."

Gw menarik nafas, mencoba berargumen,
"Why that husband just don't give his wife a chance? Maksutku, biarkan Istrinya bekerja.. atau yeah at least, let her does some activities untuk menjadikan dirinya juga bisa maju, bisa menjadi lebih kompleks, lebih majemuk, juga lebih survived seperti sang suami.. Kalo memang suaminya mengerti, lantas kenapa tidak memberikan hak dan kesempatan yang sama? the solution is so simple.."

Zach bersikap moderat, optimis, mendukung serta mengamini jawaban gw,
Pria ini benar-benar pintar dan tau cara
mengambil hati gw..
What an 'old school' trick (Gyaahahaha..)

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

Namun dari situ, tatanan konspirasi murni di otak gw bergejolak..
"Jangan-jangan.. pembodohan 'konsep Kartini' yang kayak gini masih berlanjut  pada banyak perempuan yang nggak punya "Zach" kayak gw.."

ANJRIT!!

Gila banget kalo diluaran sana ada lelaki bodoh dan apatis ingin berlari kencang guna mencapai segala kesempurnaan hidup seorang diri (padahal menikah itu berarti ada dua orang, bukan?)

lalu setelah semua pencapaian dan kesempurnaan itu dalam genggaman, si lelaki bodoh ini merasa Istrinya nggak "selevel" dia dan tidak patut mendampinginya lagi, sehingga dia tinggalkan si Istri dan mencari wanita lain yang dirasa mampu mengimbangi kesempurnaan hidup si lelaki hebat ini..

Sementara itu, bisa jadi, si Istri menjadi "congest" (melambat) bukan karena emang secara lahiriyah bodoh, melainkan karena rayuan busuk sang suami: "Sayang, Biar saya yang melakukan semuanya untuk kamu, Kodrat istri (maaf) dirumah saja ya?"

SINTING! 

ini namanya Azas manfaat,
pertamanya memanfaatkan
keluguan dan kepatuhan perempuan,
dan beberapa waktu setelah kepatuhan itu, laki-laki berkata:
"Buset, perempuanku ini terlalu lambat, nggak sesuai jaman, buang saja!"

ini Gila namanya! 

Pria ber-euforia dengan kondisi yang ada, sehingga dalam diri mereka nggak ada sense of crisis yang mampu membangkitkan kesadaran moral mereka akan adanya kompleksitas dan kekuatan terdalam seorang perempuan..

Kebayang deh pada masa dimana kondisi pencapaian kualitas hidup
antara laki-laki dan perempuan masih berimbang, lelaki itu akan berkata:

"Neng, Lelaki adalah kepala keluarga dan harus bertanggung jawab terhadap keluarga yang dimilikinya, Well, sebenernya Abang sangat setuju kalo kamu harus menjadi wanita yang memahami dunia kehidupan dan memiliki pengalaman yang segudang..

Abang dukung kamu untuk memiliki berbagai kesibukan, tapi neng, sampai kapan? apakah ketika sudah menikah.. dirimu akan tetep jd wanita super? Kamu harus bisa mengurangi kesuperanmu karena kamu harus melayani keluarga, itu kodrat perempuan"

NAH! ini yang namanya terjebak dalam pasungan! IT'S NOT FAIR!!!

Apanya yang harus dikurangi?
Tingkat keSUPERan seorang wanita????

Bull5h1t!!

Dengan berkeluarga harusnya lelaki berharap
para wanitanya menjadi semakin cerdas!

Ngurus rumah tangga,
ngurus anak, ngurus suami, ngurus kerjaan,
membutuhkan
kesabaran dan kecerdasan tingkat tinggi, Bung!

Gw ribed banget mikirin pola pikir cowok bodo kayak gini..
(tolong dimaafkan, ini cuma sekedar luapan emosi tak terduga aja..)

kita perhatikan disini,
1. Lelaki
cenderung nggak sadar telah memulai proses “pelambatan” pada perempuan,
2. Perempuan
cenderung 'manut', nurut, dan luluh cuma gara-gara kata: "Kodrat". (tuh! Kurang apa pengorbanan perempuan???)

Bener kan? jika posisinya seperti itu,
perempuan pasti berada dalam kondisi
terhimpit seperti sandwich,
mau mundur
salah, mau maju.. tetap akan bermasalah..
mau mundur.. laki lo cari
'mistress' baru, mau maju.. dibilang melawan kodrat..

EMANSIPASI MBAHMU!! 

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

Gw jadi inget, gw pernah terlibat dalam sebuah diskusi seru tentang "perempuan"..

Awalnya kita lebih membahas tentang bagaimana
orang-orang
selalu memandang perempuan sebagi objek, titik.
Well, anggap saja itu benar..

Tapi sebagai objek, perempuan nggak statis gitu aja
perempuan juga merupakan substansi yang bisa berfikir
dan ada kemungkinan..
LEBIH cerdas dari laki-laki..

Fakta itu merupakan salah satu produk emansipasi..
karena
emansipasi untuk masa sekarang, juga berarti: "pemberi inspirasi"

Kebayang kan pribahasa: "Behind great man lies a great woman"?
Lalu Kebayang juga nggak, gimana majunya bangsa kita kalo kualitas dari segi mental dan psikis seorang perempuan
meningkat lebih baik?

Hahaha.. lewat tulisan-tulisan gw seputar feminism,
gw pernah dicap wanita nggak tau diri yang merasa paling superior, yang nggak butuh lelaki dan nggak mengindahkan "kodrat" gw sebagai seorang perempuan..

Halah mental manusia jajahan!
kebiasaan nggak mau
mengkaji lebih dahulu, tetapi langsung memvonis!

Ini bukan masalah butuh atau nggaknya gw sama lelaki,
ini cuma memberikan pandangan bahwa nggak boleh ada penciptaan "
pasung" jenis baru yang menghambat kemajuan seorang wanita dalam menata kehidupannya..

Lelaki juga harus bersikap lebih cerdas untuk mesikapinya,
jangan hanya berkata
sepakat, tapi dibelakang mengumpat..

Bagaimanapun peran lelaki suangat penting untuk mengupayakan
penghilangan
pasung-pasung penjerat kebebasan wanita ini..

Kita butuh lelaki yang semakin cerdas dan mampu melihat what's beyond..
Lelaki yang dapat
mengesampingkan ego dan mampu memberikan dukungan penuh
agar konsep '
Kartini' nggak sekedar berada dalam garis teori..

Kita butuh lelaki yang "bermoral"..
dimana
kearifan moral itu nggak murni dari otak (pemikiran) mereka, tetapi lebih bersumber dari hati..

Kita nggak hanya perlu meningkatkan kecerdasan berpikir seorang perempuan, tapi kita butuh penciptaan kondisi sinergis dan kondusif disekitarnya, dimana keterlibatan seorang pria yang bijak, cerdas, dan memiliki nurani menjadi main ingridient dalam resep "pembebasan pasungan" ini..

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

sempat sih, gw berfikir mau mengadakan ”mass revolution”,
untuk ngebongkar skandal "
pasungan" perempuan ini..

Tapi teori "mass revolution" itu runtuh gitu aja..
Mau gimana lagi?? gw cuma perempuan biasa-biasa aja, sendirian pula..

Revolusi kan ibarat memformat ulang hardisk secara keseluruhan,
jadi memang HARUS
sadis dan tanpa ampun..
Well, masalahnya, elemen masyarakat kita
terlalu majemuk,
dan sangat sulit menyamakan
persepsi..

Lagipula, tak ada yang tega berevolusi sampai mati..
(se-
gila ataupun se-idealis apapun orang itu..)
karena wacana
revolusi sampe mati ini terlalu imajinatif untuk direalisasikan..

So, ada ide untuk keluar dari labirin setan ini?

Yah seperti apa kata Barack Obama,
kita harus percaya adanya "
audacity of hope" (kekuatan dari harapan)
(Pasti gw diketawain mbak Mel gara-gara cinta banget sama bapak satu ini)

Sekali lagi Selamat Hari Kartini, Wahai para wanita..
semoga
belenggu, rantai dan "pasung" itu benar-benar lepas sekarang

Jadilah lebih cerdas, wanita Indonesia!
Demi masa depan anak-anakmu!

[Jihad ala Arum.. Hehehe..]

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

This Blog, surely, debatable..

March 16, 2007

.:Perempuan tersudut waktu:.

Sore-sore, dikantor..
gw lagi riweuh banget ngedit tabel performance management di server unix 'favourite' gw..

baru ngetik beberapa baris..
mata gw tiba-tiba
ngeblur..

Senjapun datang..
Angin mendesau bergulat dengan sepi...
Pasir-pasir beterbangan...
Berputar-putar...

serasa kayak butterfly effect..
gw balik ke masa lalu...
hari dimana gw nerima mail dari sobat gw,
Gilang:

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

setelah membaca blog lo,
gue makin yakin kalo gue harus ketemu sama lo..

secara gue sekarang lagi berada dalam hubungan yang bikin gue nggak tenang.
nggak gue banget deh yoem, hehe..

udah gitu kata-katanya sama banget sama (blog) lo lagi,
dia bilang 'kamu kok maksa? aku nggak suka dipaksa'
ah bajingan..

hiks.. gue berasa restless selain berasa sendirian..
tapi gue ngerasa baik baik aja,
karna "lebih baik galau daripada menyerah dalam kemunafikan"

ah gila lo, gue kangen berat sama lo..
gue harus cerita banyak nih sama lo,
secara banyak hal yang patut gue pertanyakan di hidup gue..

ah panjang lebar deh ceritanya..
banyak banget nih yang gue rasain,

lo tengokin gue ke surabaya dong yoem, weekend gitu,
ntar nginep di kos aja..

sebenernya lately gue agak agak desperate sih,
kangen banget nih sama lo..
ayo ayo lo kesini ya..

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Nggak kerasa mata gw berkaca-kaca..
Anjrit, Gw juga kangen banget ama ni monyet satu...

dalam dunia kami yang bergerak begitu cepat dan tanpa maaf,
Gw n
Gilang sangat merindukan kebekuan abadi..

dimana kita bergulat dalam sepi sendiri dan berangkulan dengan malam yg tenang, ditemani segelas kopi, duduk berpelukan dan sama-sama menjelajah bintang..

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

kami berdua, typical manusia modern yang terikat dunia konservatif masa lalu..
kami memang
dua wanita sophisticated yang dihadapkan pada pilihan ruwet..

Saat ini, hampir semua realitas yang ada, bisa dengan mudah kami raih..
tetapi realitas itu melahirkan
anomali tatkala tekanan lain mematikan rasionalitas..

terdengar sedikit utopis..
but that's why we're so simple but keep sophisticated..

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

semua laki-laki yang pernah "mengarungi" hidup bersama kami..
terlalu menganggap kami
superior.. pemberontak.. dan tak mau diatur..

padahal kenyataannya, dalam setiap hubungan yang pernah kami jalin..
semua orang menganggap..
Gw n
Gilang adalah dua wanita gila yang mau melakukan apapun demi cinta..

kami berdua berdarah Jawa.. (tanpa bermaksut untuk rasialis)
jadi, aliran "
dewi sembada" dalam diri kami sudah begitu kental..
mungkin memang sudah digariskan begitu..

tapi kenapa semua laki-laki itu (yang pernah melalui waktu bersama kami)
dengan mudahnya selalu berkata tentang segala busuknya
superioritas kami??

ada apa dengan dunia?
dunia tiba-tiba saja menjadi tempat paling sunyi dan asing buat kami..

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

mereka berkata:
perempuan modern adalah sesuatu yang outwords..
kami sebagai laki-laki tidak mau diinjak-injak begitu saja..

(Hm.. miris.. bergerimis dengernya...)

dalam emosi kami yang begitu rungkut dan padat..
kami cuma mau berkata.. jika celah perspektif
feminisme bukan dilihat dari tempat..

lalu apa salahnya menjadi sesuatu yang berbeda?
apa salahnya menjadi sosok perempuan seperti gw dan
Gilang?

toh modernisme itu nggak akan begitu saja mematikan kodrat kami sebagai seorang perempuan..

itu semua hanya sebuah pencapaian kami..
pencapaian energi
maskulin kami para perempuan untuk keluar dari typicalitas..


~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

dalam batas emosi itu.. gw ditarik kembali lagi ke masa sekarang..
menemani beberapa baris command unix yang tadi gw ketik..

namun, bersama garis cursor yang berkedap kedip menunggu..
gw masih
termangu dan menggugu..

Semoga Allah memberi rahmat kepada penyair Sungai Nil, Hafizh Ibrahim, ketika ia berkata:

Ibu adalah madrasah, lembaga pendidikan,
dan Jika Anda mempersiapkannya dengan baik,
Maka Anda telah mempersiapkan bangsa yang baik..

ah, gw nggak sabar ingin menjadi seorang ibu..
so I can tell a bed time story to my future son..

Anakku Lelakiku tersayang,

Cintailah wanita karena Allah..
jemput dia di tempat yang Allah sukai..
nikahilah dia yang tegar yang berbakti..

berusahalah sekuat tenaga untuk tidak melihat segala kekurangannya..

berusahalah pula untuk membahagiakannya..

cintai dia karena Allah.. hanya karena Allah..
Tak ada yang lain..

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

heningmu tersekap kudekap
menggenapkan sunyimu di jemari hatiku

kelak, saat kau singgah dalam mimpiku
mungkin tak ada lagi airmata gugur
sebab itu telah usai dan rindu selesai dibekukan

September 18, 2006

.:KonTroVersi MenJadi WaniTa KaRier:.

3_blog_kontroversi_menjadi_wanita_karier


Pagi-pagi dikantor..
biasanya gw sama iQbaL, Yudi, n Ardi langsung cabut ke kantin,
nyari segelas kopi panas, makan Lupis,
sambil ngebahas betapa sexy-nya para teller Lippo bank..

dasar cowok-cowok..
lama-lama mereka nggak ngerasa kalo gw cewek kayaknya,

gimana enggak??
bisa-bisanya mereka ngebahas tiap lekuk tubuh para teller itu
didepan gw yang--please ya--a.k.a cewek.

akhirnya tibalah kami pada diskusi yang asli
bikin gw mikir ampe sekarang,

gw tanya ama mereka (one by one)

"lo pada setuju gak kalo bini-bini lo jadi wanita karier???"

dan seratus persen, mereka bilang: NGGAK!!

lantas??
gw jadi merasa status gw nggak aman lah.

trus gw tanya lagi,

"jadi, secara 100% lo pada kaga setuju bini lo berkarier,
berarti semua cowok bakal rata-rata mikir gitu dong?
Hmmm.. jadi menurut lo semua,
gw harus berenti kerja gitu kalo ntar gw married??"

mereka pada pandang-pandangan,
dan jawaban mereka bener2 bikin gw shocked!!

"Yeah, kalo loe sih jangan Rum!
Bego amat tuh calon laki lo..
masa ngebiarin orang hyperactive kaya loe jadi IRT.

lagian menurut gw,
kesempatan lo nata karier buat kedepan,
jauh lebih berprospek daripada gw yang notabenenya cowok.

sangking kerennya,
bahkan lo bisa kentut pake 5 bahasa!

lo tu multi-tasking, nggak normal,
n bisa nge-handle apa aja yang lo mau lagi rum,

makanya kalo cewek macem lo gini,
kaga papa dah berkarier,

kaga usah pusing gitu,
mending lo cari cowok yang lebih modern dah,
yang punya perspektif kalo wanita karier is cool!

lagian sayang dul,
gw yakin, karier loe bisa lebih bagus daripada sekarang!
jangan dibuang gitu aja tuh mimpi!
katanya masih mau beli Honda CRV???"

gw bingung,
sebenernya mereka lagi muji apa njatohin gw??

walaupun abis itu,
dari dalem hati gw, gw cuma nyumpah serapah nggak jelas..

"Dodol kampret! apa sih sebenernya maunya cowok-cowok??"

dari dulu, selalu aja ada perlakuan special buat gw..
nggak disana, ngga disini, sama aja..
what is it in me that I have to be treated differently from another women?

gw jadi inget,
belakangan.. ada "unkown creature man" yang--believe me--insist banget
pengen "memperistri" gw..

gw kenal dia (sebut saja Raden Mas Haryo) dari seorang temen,
die nih Brondong [serius mampus gw],
umurnya 1 tahun dibawah Gw,

si Raden Mas Haryo ini dulunya mantan anak Pajak-Stan,
sekarang udah tugas di DPP Medan Timur,
[untungnya jauh..]

gw masih inget kata temen a.k.a makcomblang gw yang gila itu:

"udah dah, ama dia aja siiiih, pokoknya lo kaga Madesu dah!"

gw kirain Madesu = made in ASU,
ternyata Masa depan suram tha..

padahal, gw kaga tau dia,
karakternya gimana,
hari ulang tahunnya kapan,
warna kesukaannya apa?
hobbynya ngapain?

buset..
kenal juga baru dari SMS..

[jadi inget lagu dangdut populer SMS by Trio macan]

tetep aja, pada intinya:
I can't fall in love with stranger, end of breach!
itu prinsip dasar gw..
[semoga nggak ketulah..]

selidik boleh selidik,
si Haryo ini liat gw di Friendster,

FYI, foto yang gw taro di situ adalah jenis foto standar minim
yang diambil pake henpun berkamera buluk..
intinya, kaga ada bagus2nya deh tu foto..

tapi dodolnya,
tambah hot aja ni anak nelponin gw..

padahal gw udah bilang,
gw nggak suka baca novel, gw suka buku filsafat..
(dia bilang: "nggak papa, biar kamu bisa lebih beradap")
jawaban gw: Lo kata Pancasila, beradab??

gw juga bilang,
gw itu gendut mirip bakpao, tinggi 140cm, tapi berat 160 Kg..
(dia bilang: "nggak papa, nanti aku ajak lari pagi tiap hari biar kurus")
jawaban gw: Lo kata gw atlit maraton??

gw bilang,
gw nggak suka dandan, coz gw engineer lapangan (bo'ong lagi)..
(dia bilang: "nggak papa, aku suka wanita berwajah polos")
jawaban gw: Kampret, polos wajah apa polos yang laen???

gw nggak lupa bilang,
gw tuh nggak feminin, gw suka baju yang praktis-praktis aja..
(dia bilang: "nggak papa, lebih sporty")
jawaban gw: -Cape deh- [logat aming]

nah ini nih puncaknya..

pas gw bilang
gw pekerja keras teladan, dan gw suka berkarier..
(dia bilang: "nggak papa, nanti kalo udah nikah ama aku kan, nggak ya?")
jawaban gw: -speechless-

dalem hati sih gw jawab:
"Dodol! untungnya gw nggak mau nikah sama lo!"

Jeger!!
abis itu gw tutup telpunnya,
matiin powernya..
n gw nangis..

please ya, gw bukan nangisin Kanjeng mas Haryo tadi,

pokoknya tiba-tiba gw jadi ngerasa capek..
gw jadi ngerasa takut sama masa depan gw ndiri..

D4mn!!
kenapa sih,
gw merasa di intimidasi ama superioritas cowok..

gw cuma mau bilang,
wanita itu bukan objek, subjek, apalagi predikat..

para cowok sadar nggak sih?!
kalo wanita juga merupakan substansi yang bisa berfikir??
yang juga punya hak veto atas diri mereka ndiri..

kayaknya dengan enaknya,
semua hak gw dirampas dan diperkosa gitu aja..

sambil misek-misek,
gw jadi ingat bukunya Pramudya,

gw ambil dari lemari buku gw,
gw buka satu halaman yang membungkus semua mimpi dan harapan gw
tentang kata-kata yang gw harapkan datang dari
my future prince charming ntar..

gw inget banget,
kalimat itu membandingkan,
wanita Jawa dan Canting..

==============================================
Canting itu alat tuk melukis batik, terbuat dr kayu,
sederhana, apa adanya, jujur,
dan kalau mau dipakai canting harus ditiup dulu

Perempuan jawa itu ibarat canting
hidup dari nafas lingkungan rumah tangga
terkesan tanpa daya dihadapan laki-laki..

tapi dibalik itu,
ada kekuatan tuk menggerakan roda rumah tangga.

Dia melahirkan dan merawat anaknya
dia memproduksi batik dgn banyak karyawan,
berbisnis dipasar,
bersinggungan dgn pembeli, pemborong, pengutang, penagih hutang,

dan dirumah dia kembali melayani suami
dan dia kembali merawat anak

Beda dgn laki-laki yg kerja nya cuma ngomong soal2 politik
sambil minum teh dipendopo,
atau main judi sampai larut mlm..

Buatku perempuan jawa itu luar biasa
apa yg kita lihat lemah itu ternyata menjadi sumber energi rumah tangga,
tanpa ada keinginan untuk diperhatikan atau dianggap istimewa

================================================

mata gw tambah basah bacanya..

sulit melepas ego gw untuk jadi "wanita canting" dalam kondisi
seperti ini..

banyak hal yang orang lain nggak tau tentang
kenapa gw harus tetap jadi "wanita canting"..

banyak orang yang nganggep gw egois untuk tetap jadi "wanita canting"..

padahal mereka nggak tau,
kalo gw nggak punya pilihan lain selain
harus tetap menjadi "wanita canting"..

gw sendiri sadar,
dari situ pasti ada yang dikorbankan..
it could be my life..
or something else..

dan gw sama sekali nggak menyesal..
gw betul2 paham dan sadar bahwa kata "penyesalan" itu
nggak bakal keluar dari mulut gw..

and I tell you one thing..

Gw adalah wanita canting,
dan tetap akan begitu..

percayalah,
ini bukan keputusan gw..
tapi ini adalah jalan yang gw ambil..

=================================================

to Raden Mas Haryo:

Kopi bukanlah air tebu,
Kopi tetaplah kopi,
kopi selalu punya sisi pahit yang tidak mungkin disembunyikan..

August 17, 2006

.::Tamparan itu::.

Blog_tamparan_itu

Malem minggu..
gw rencananya mau ke Tamani..
ngumpul ama temen-temen sekalian ngabisin duit..
berubung "Thai Ice Tea" n "Chicken Maryland" disitu uenak banget..

maklum baru gajian..

eh ternyata batal acaranya..
gara-gara kedatengan seorang temen lama..

cewe pastinya..

Masih cantik seperti dahulu kala..
and y'now what????

disembab haru tatapan kosongnya,
ada biru lebam (atau tepatnya ungu tua) di pipi atas kiri..

pertama sih gw cuek..
gw pikir ada teknologi baru yang
nggak hanya bikin tatoo, tapi juga menerima "lukis tompel"
Busyeeeettttt.. (maklum gw rada-rada lemot anaknya..)

tapi beberapa detik kemudian gw jadi.. shock!
kaget! bingung! heran! marah!
ah gak karu2an lah pokoknya..

coz temen gw itu cerita.. (sambil nangis pastinya..)
kalo dia baru aja diGAMPAR ama cowoknya yang super duper posesif..
padahal sebelumnya dari dolo..
gw udah bilang ama dia (selanjutnya disebut Tarry)
untuk ninggalin cowoknya (sebut saja Stupidboi)

emang dasar kebetulannya, tu cinta ditelen bulet-bulet,
sembari pura-pura khilaf buta and tuli..
jadi ya..

anjing menggonggong..
kafilah tetap berlalu

Tarry emang ndablegh..
always gak tegaan mau bilang putus..
dan herannya.. selaluuuuu aja,
ada alasan untuk nggak jadi putus..

akhirnya.. waktu juga yang membuka tabir..
[alah..]

yeah emang.. 
gw juga nggak nyangka
kalo caranya bakal "brutal" gitu..

kasian banget Tarry..
nangisnya ampe nggak napas..
ampe nggak keluar air mata lagi..
[sumpah, serius banget gue..]

gw udah kaya orang gila..
muter otak, cari cara, merangkai kata
buat.. at least, sedikit nenangin Tarry..

kampretnya.. lumayan kelar juga tu malem..

Tarry pulang dengan senyum yang extra mini..
senyum yang sedikit dipaksakan..
karena masih ada sedikit luka-luka besetan
hasil GAMPARAN si bastard plus moron stupidboi itu..

mmm...
gw jadi inget..
gw juga pernah dipukul ama cowok..

sedih deh..

mungkin emang nggak di Pipi kayak Tarry..
tapi sama-sama menyebabkan efek samping:
"Biru keungu-unguan alis lebam coy!"

sakit di fisiknya gak seberapa..
tapi sakit di hatinya yang gila-gilaan..

rasanya bener2 nggak karu2an
gw sampe bingung,
dimana sebenernya sih, sakit aslinya??

apa di kepala..
apa di hati..
apa di otak..
apa di pipi..
apa di jempol..

asli gw nggak bisa nemuin deh pokoknya..

nggak bisa, walopun airmata gw udah kekuras seember..
(hehehe bo'ong banget..)

well, "sakit banget" rasanya..
menghadapi dua realitas yang opposite gitu,

pertama.. dia orang yang lo sayangi..
kedua ... dia menyakiti hati lo bangueeettts..
(bangueeettts = extra banget mampus sekali)

yeah..
walaupun pait..
udah begitu jalannya kali..

bukannya gw mau membela diri..
(tapi semua manusia emang cenderung gitu kan?)

gw cuma mau bilang ke semua laki-laki..
gini loh..

waktu ngaji malem Jum'at,
bokap gw ngutip salah satu hadist..

"La tadhribu imaallah.."
yang artinya: jangan kalian pukul kaum perempuan
[riwayat Imam Abu Dawud Nasai & Ibnu Majah]
karena perempuan adalah bagian dari cahaya tuhan..

well...
entah apa maksutnya..

gw seperti biasa lah..
OnSki (Oneng Skaliiiii)
hahaha..

tapi denger kata-kata bokap itu..
hati gw jadi ayem..
otak gw jadi nggak panas..

gw jadi berpikir, bener banget kalo..
wanita keji, hanya untuk laki-laki keji..

dan gw berharap..
gw bukan golongan wanita-wanita keji itu..

Amin!!

dan gw mau pesen buat para pria keji diluar sana..
gw mau bilang kalo gw percaya sama semua janji Allah..
semoga kalian bertaubat..[]

ps: semoga Tarry baca blog ini..

Tarry..
sabar ya..
nggak semua yang manis itu bisa jadi obat..