..love is a sweet torment..
November 4, 2007 by iyoem
Gw lagi browsing (dalam rangka bosan bikin-bikin prosedur “nana-nini” (diartikan: ruwet bin njlimet) buat Ricky—the boss will be. Yah sekalian isi bulbo Frenster sekaligus baca-baca blog temen.
Dereng deng deng kwak kwaoow!! Tatapan gw ke-freezed dalam Blog seorang Reza. Sebuah headline hitam menyala yang bener-bener ngeplak kepala: "Kalau Cinta Tidak Cinta".
Hmmm, Kepala gw langsung berdenyut-denyut, mulut gw maju-maju, manyun-manyun semrawut. Dan nggak kerasa, alis tipis didahi ini juga jadi turut bertaut. Ceritanya kurang lebih gw gambarkan sebagai dialog berikut:
(Jangan tanya kenapa gw milih namanya Lastri dan Paino, soalnya kalo Surti-Tedjo nanti dibilang ikut-ikut)
Lastri: Aku lagi kangen sama orang nih, No.
(Paino cuma senyam-senyum ketika Lastri bilang sedang kangen. Karena Lastri memang suka mengumbar ke’kangenan’nya).
Paino: Nikmati saja kangennya, nanti kalau sudah ketemu, kan sembuh kangennya.
Lastri: Tapi yang ini beda, No.
Paino: Beda? Beda gimana?
Lastri: Aku kangen sama orang yang beneran aku sayangi tapi nggak bisa kumiliki. Jadinya kan nggak ketemu (kangennya).
(Paino senyam-senyum lagi)
Paino: Ya sudah, dinikmati saja kangennya. Toh cinta itu membebaskan.
Lastri: (menarik nafas panjang) Hhh.. emang enak makan cinta?!
===============================================================================
Sebuah ironi: cinta yang membebaskan.
===============================================================================
Gw jadi kepengen SMS “adik sepupu” gw (sebut saja Lisa). Lisa sebentar lagi mau married dalam usia yang, menurut gw, sangat muda (Gosh! I’m damn defeated!).
Lebaran kemaren, gw sempat nginep dirumah Lisa dalam kurun waktu lumayan lama. Dia sempat berkeluh kesah tentang rencana pernikahannya. Masalahnya bukan pada biaya dan segala pernak pernik pernikahan. Well bisa ditebak, masalahnya yaaa comes from the past, sebuah kisah cinta yang belum diselesaikan.
Kebetulan sebelum ketemu sama si calon suaminya sekarang, yah sebut saja Husbi – husband will be (heleh), Lisa punya mantan (sebut saja ‘si mantan’).
Sebenernya gw juga bingung, kayaknya bukan mantan deh. Soalnya Lisa ama si mantan ini emang deket, tapi si mantan nggak pernah mengucap apapun itu yang berbau “kata komitmen” dalam hubungan mereka berdua.
Walaupun begitu, dari pak lurah ampe pak kades (heleh sama ajeh) serta semesta rakyat raya, intinya sudah tahu jika mereka berdua itu emang couples lah.
===============================================================================
Si mantan dan keluarganya emang agak sombong, dan memandang rendah keluarga kami. Maklum, orang “ada” emang biasanya gitu. Semakin dia merasa punya dan memiliki dunia, yah pokoknya semakin ngerasa nggak level sama siapa-siapa termasuk (barangkali) Tuhan Yang Maha Kuasa.
(Ampunilah dan muliakanlah mereka yang menyadari kekhilafannya atas-Mu, wahai Rabku).
===============================================================================
Karena gemes, Lisa pernah nanya langsung ke si mantan, kurang lebih gw gambarin (hiperbola-in) kayak gini:
Lisa: mas mantan, aku mau tanya satu hal serius sama kamu.
Mantan: apa?
Lisa: sebenarnya kamu menganggapku apa dan bagaimana?
Mantan: kamu ngomong apa sih?
Lisa: iya, aku cuma pingin tau, setelah semuanya yang telah kita lalu, kamu punya angan atau gambaran apa tentang aku dan kita dimasa depan?
Mantan: hah? kamu GR bener sih?
(jawaban ini benar-benar diluar dugaan Lisa)
Lisa: maksudmu?
Mantan: Aku ini masih ngurus ini, ngurus itu, aku nggak sempat mikir yang kayak gitu gitu lah. Apa sih maumu?
(jawaban menghindar)
===============================================================================
Semenjak itupun, karena merasa diatas angin, si mantan kayaknya langsung belaga sok cakep, belaga dibutuhkan, belaga paling ganteng, belaga norak (heleh itu mah emang dari gw aja, niat ngata-ngatain ini oncom!).
Intinya dalam setiap event, baik yang layer background maupun administrator (baca: dibelakang atau didepan orang-orang. *Heleh*) si mantan ini tampak semakin menggila and out of control.
Hingga akhirnya, adikku tersayang, Lisa, tercerai berai hatinya dan memutuskan untuk “okay, I can’t take this anymore, I’m done”. Dengan penuh kehancuran hati dan segala kepedihan jiwa, Lisa curhat abis-abisan ama gw. Saat itu (dalam hati sih) gw bener-bener “deg!” this damn asshole should pay for all this mess!
===============================================================================
Akhirnya si mantan yang kebetulan bertugas sebagai abdi negara ini (kalo marinir mentalnya gini semua, apa jadinya Indonesia?? – lebay mode on) ditugaskan ke Aceh. Tambah blangsak aja tu anak disana. Tapi tetep aja si Lisa cinta banget ama ni orang. Hiiy?!!! *ngeremet-remet tangan, gemes*.
Sampailah pada suatu ketika, 10 bulan lalu, si Husbi (Husband will be) datang. Husbi itu teman lama Lisa. Suddenly Husbi jatuh cinta sama sepupu gw pas sepupu gw lagi ngajar (Lisa kebetulan Guru Matematika) dan emang yeh, cinta itu HOT sekaligus POLOS, coz tanpa banyak cincong si Husbi ngeloyor aja ketemu orang tuanya Lisa. Ngelamar in private (buset dah, ni cowok, jarang-jarang ada yang beginian).
Dan karena Husbi ganteng (mirip Taufik Hidayat, tapi lebih jangkung dan nggak playboiy), Lisa tanpa pikir panjang bilang “I do”. Dan disetlah tanggal pernikahan mereka. Jatuhnya bulan November ini, tanggal 9 kalo nggak salah.
===============================================================================
Lisa sebenernya anaknya ada bakat iseng kayak gw. Suatu malem, sebulan lalu, si mantan SMS Lisa (Weleh tarik ulur gituh. Najeees loh!). Si mantan nggak tau soal rencana pernikahan ini. Dan dodolnya si Lisa masih penasaran, sebenernya gimana sih perasaan si mantan ini ke dia, berikut conversationnya (dasar lebay):
Lisa: mas mantan, aku mau tanya untuk sekali ini aja, untuk yang terakhir kali.
Mantan: apa?
Lisa: sebenarnya kamu pernah sayang nggak sama aku, walupun sedikiiiit aja?
Mantan: (jeda sms lumayan lama) Lis, kamu masih seneng banget sih ngebahas masa lalu? Kita tuh hidup harus mandang kedepan, aku masih punya banyak rencana yang harus ditata dan dilakukan.
Lisa: aku kan cuma mau tanya, itu aja kok mas. Kamu pernah nggak sedikiiit aja sayang sama aku?
Mantan: Terserah kamu lah! Aku capek ditanya-tanya hal begitu. Aku nggak suka.
Lisa: ini bukan request mas, ini bukan permintaan, ini cuma pertanyaan
Mantan: sudahlah, mending urusi masa depanmu aja.
Lisa: O iya, btw aku minta doanya ya? Ya, kalo aku punya salah, tolong dimaafkan. Aku mau walimahan (nikah) bulan depan.
Mantan: …………… (undescribed. Pastinya panik, kaget, and defeated!)
===============================================================================
Satu……….Sama
===============================================================================
Si mantan sampe panik dan bela-belain cuti lantas pulang dari tugas dinas untuk mengklarifikasi kenapa Lisa bisa senekat itu. Well, IMHO, Lisa nggak nekat, dia cuma berstrategi. Hahaha that’s my girl!
===============================================================================
Walaupun begitu, cinta nggak bisa bohong. Lisa masih juga ragu setengah mati. Is she going to go stright or.. just go back. Sebelum gw tatar pake konsep cinta yang membebaskan, Lisa juga sama panik dan setengah mati nggak yakin sama Husbi. Well, love is a torment, a very sweet and delicate but still… a torment.
Mungkin Lisa nekat tapi dia nggak bodoh. She keeps on track, chooses to go stright to her future, Husbi. Why she doesn’t anyway?! Husbi is in love with her, and greatly respect her. I think that’s just perfecto!
===============================================================================
Wah gw nggak tau deh nasibnya si mantan gimana. Tiga kata deh dari gw: kasiaaan de luuuuu…[]
===============================================================================
To Apry: Lord’s graces has always be upon you. Selamat menempuh hidup baru. Maaf, mbak nggak bisa datang.
seperti kata mantan gw yg super ganteng…bang craig Depit:
“Can somebody answer me the question why
You don’t miss your water til the well runs dry”
Been there banget….nyet, mau curhat siyh…..
dalemmmmm….
bener2 kasian juga ya jd si mantan, mungkin dia mau belagak jadi nemo,tp apa daya, memang lebih baik raka..
(lho?)
know that feeling so deep..i`m in the middle of that situation..when Lisa still with his mas mantan.. i hope husbi for me will appear ASAP..so can liberate me from this stupid damn feeling