« August 2007 | Main | October 2007 »

September 26, 2007

..Sebayang Pilihan..

Kopi lampung dalam genggaman pria berbahu seksi ini masih penuh mengepul. Nggak heran lah, karena baru lima menit yang lalu, bubuk hitam (yang gw campur dengan sedikit gula saja) gw tuangin air super mendidih. Teringat wejangan emak gw: ”Kopi lo nggak akan berasa sempurna, tanpa tempaan air mendidih yang sangar dan bergolak dengan keras..”

I’m not a good Barista though, karenanya setiap baris berselang, gw selalu menanyakan hal yang sama kepada pria ini: "kopinya NGGAK enak ya?”. Pria tampan ini cuma mengurai sedikit senyum jahil dan memberi anggukan tanda setuju, walaupun gw tau, Re selalu menikmati kopi ’jadi-jadian’ buatan gw itu.

==========================================================================

Biasanya kalo kangen, Re memang suka tiba-tiba datang ke rumah, tanpa berita dan pemberitahuan apa-apa. Yang bikin gw takjub adalah bahwa ternyata Re masih juga hobby memasang tampang polos sambil berseloroh nggak jelas: “Tau ga? Gw sebenernya males ketemu lo, tapi anehnya, dari kemaren gw ngerasa kalo lo ngerasanin gw, ya daripada lo nanti kenapa-kenapa, gw terpaksa deh bela-belain kemarih, takut lu kangen gituh sama guah..”.

Biasanya gw cuma ngacak-ngacak rambut keritingnya sambil bilang: "Oncommm...”.

==========================================================================

Malam itu Re masih memakai kemeja kerjanya. Celana stright black pipe dipadu dengan setelan kemeja lengan panjang junkies dominasi hitam, yang dibalut garis-garis tipis vertikal warna bronze, silver, dan orange. Terlihat manis dan so much sophisticated. I always like him when he being like this. He simply like a chocolate candy bar: delicious, melty sweet but strong and can be the best healer you can get, ever!.

Hmm.. he is so much like a tree, he shelters me, and I lie in his shade.

==========================================================================

Tapi cerita ini bukan romansa cinta recehan. Beneran, bukan!

==========================================================================

Gw jadi kangen gaya bicara and tampang jeleknya Mas Lilik (senior LPM kampus) jaman masih suka memprovokasi gw untuk jadi ‘pemberontak’ di kampus (kebetulan waktu itu gw masih mahasiswa nan junior lagi polos yang gampang banget dikibulin).

Hmm.. (sedikit menyunggingkan bibir) segala diskusi kami, biasanya, memang jadi inspirasi menarik buat gw untuk berimajinasi dibawah rintik hujan malam yang menjadi satu-satunya pengantar gw pulang (ke kostan..).

Tapi malam itu kami nggak ngebahas soal kampus, kami malah ngebahas kalimat pendek (atau tepatnya retorika) seputar: menjadi yang “sempurna dalam suatu kesederhanaan” dan menjadi yang “sederhana dalam satu kesempurnaan”.

Sampe sekarang gw masih berpikir dan membandingkan, manakah yang sesungguhnya lebih baik?

menjadi yang “sempurna dalam suatu kesederhanaan”?

atau….

menjadi yang “sederhana dalam satu kesempurnaan”?

==========================================================================

Menurut pendapat orang-orang (terutama wanita), Re adalah sosok pria yang luar biasa (mendekati) sempurna. Tampan, pintar, lucu, dan sangat menggemaskan. Jujur aja, boong banget kalo gw nggak sampe suka sama Re.

But I felt so wrong, so much in psychotic and weird feeling: I might like him (very much), but I just don’t fall for him. No love. At all.

==========================================================================

Re yang tampan ini nggak bisa bikin gw singit bak layangan kobat kabit dilangit saat gw diam-diam menikmati senyumannya dari jauh. Re yang pintar dan cerdas ini juga nggak bisa bikin gw ngerasa mlompong saat hari-hari gw kosong. Re yang lucu dan kocak ini boro-boro bisa bikin gw memutar otak kiri untuk keep nyuri atensi.

Well intinya, Re yang (nyaris) sempurna, nggak bisa bikin gw.. ingin memiliki dia selamanya, sampe-sampe yang kalo kata chairil anwar: “dengan cerminpun ku enggan berbagi”.

==========================================================================

Berjuta perasaan kosong dan aneh ini betul-betul menyekap dan menyengat imaji. Namun, saat batas terjauh nurani gw mengembara, menjadi sejingga, sewarna, bak Bunglon, then I found a reason: ketertarikan adalah bukan bentukan dari cinta.

Bukan semata-mata kesempurnaan rupa ataupun raga (pada dirinya) yang membuat gw jatuh cinta. Gw rasa ada misteri lain. Misteri lain ini sangat sederhana, bahkan kita sendiri nggak tau apa dan bagaimana itu. Namun se-absurd apapun rasanya, tetap dapat membuat kita merasa sempuna (because, he needs me). Hingga, gw yang sederhana, menjadi penyempurna buat Re. Yang sempurna dalam suatu kesederhanaan.

==========================================================================

Tetapi pada masa antah berantah, gw juga pernah jatuh cinta sama pria biasa. Pria bertampang sederhana, lempeng, dan nggak begitu tampan. Garing, mengibur, kadang-kadang nggak gitu lucu. Orangnya walaupun pintar, tapi konservatif, kaku, stright, kacrud sumicrud, dsb dsb. Yet again, yang sederhana dalam satu kesempurnaan.

==========================================================================

See? Keduanya sama-sama punya kata ’sederhana’ dan ’sempurna’. So, is it still called a choice?

Of course you still can choose, but not among choices.

Choices is a matter of good and bad. Sama halnya dengan sebuah impresionis instan, yang bahkan, kita bisa saja mengalami ketersesatan intelektual, kultural, spiritual, bahkan ketersesatan teknis untuk hal-hal yang sangat sederhana.

==========================================================================

Well, we simply can choose our destination, and the destination itself is not a choice, it’s our way through life.

Jadi?

Bagaimana?

menjadi yang “sempurna dalam suatu kesederhanaan”?

atau….

menjadi yang “sederhana dalam satu kesempurnaan”? []

==========================================================================

To Re: “Y’know what? Sometimes knowledge is really a pain”

                            

September 13, 2007

The Conversation - part 5

Gw: SM tuh apa deh, GM-ku Pak William tanya
Mbak Ivo: Senior Manager, bukan..?
Gw: Ooo masih sama artinya? kirain

Mbak Ivo:: lha.. opo emang?!?!?
Gw: Susi Musanti

Mbak Ivo: heleh

========================================================================

Andhi: waduh... galak amir.... Ganyang Malaysia. Eh Tante, Malaysia mungkin WETON nya beda ya dengan Indonesia... jadi galak2 orangnya ya
Gw: nyindir?!?

Andhi: hehehe... Nggak kok. Ampuuun tante..

========================================================================

Gw: Kantormu dimana seh?
Jess: Aku kos di kemayoran, kantorku di BEJ
Gw: Buset!!! kagak ada yang lebih jauh dari Kemayoran?!?

========================================================================

Dee: Warga Bintaro Serpong & sekitarnya melalui YLKI akan menggugat Class Action Jasa Marga & Mentri PU atas kenaikan tarif tol yg gila2an. Bawa fotokopy KTP bolak balik Anda di kertas A4 & tandatangani lampiran tandatangan di JL Kucica X (JF6/8), Bintaro Jaya Sektor 9 mulai 31 Ags s/d 4 Sept.2007. Sebarkan ke teman2 anda. Dibutuhkan minimal 1000 tandatangan untuk menggolkan Class Action ini.
Gw: Hehe nggak ah Dee, Gw masalahnya agak setuju ama idenya pak mentri..

Dee: Anak nya mentri cakep ye, bow?!
Gw: begitulah.. hehehe ya nggak lah, maksut gw, kalo nggak kuat bayar, jangan punya mobil.. kalo nggak mau bayar, nggak usah naek tol, jadi tol emang bener- bener cuman buat jarak jauh, kan tol jadi nggak macet, Malih

Dee: Iyehhhh
Gw: Derita mereka yang punya mobil, Resiko lo punya mobil, lo harus berani tanggung jawab, coy..

Dee: gw punya kereta
Gw: Heleh, ya gitu deh Dee, Bolehnya seh punya mobil harga hampir setengah M, tapi protes cuman buat bayar tol yang segitu doang, jangan kaya orang susah dah

========================================================================

Dodi: kmaren Teddy nanyain lu mulu tuh, jie..
yOeM: Mas Teddy tadi disini sih, weeek

========================================================================

Gw: Kalo masih nyaman buat apa pindah? ngeribetin ajah
Utami: Kerjanya mah nyaman, tapi duitnya yg gak nyaman
Gw: heleh, kamu sih masih ada ADE (pacar), dia di Siemen kan?

Utami: Makanya, aku morotin dia mulu jadinya, lumayan duit ku utuh jadinya
Gw: Gaji orang Telco itu nomor dua paling gede setelah oil company, mi. Ah, kalo gitu aku berencana cari cowok yang kerja di oil company ah, gyahaha

Utami: Halah, parah, Hahaha

========================================================================

Andhi Eko: Anda pilih sempurna jiwa apa sempurna tubuh?
Gw: hipocratic answer: Jiwa, but I mean it

Andhi Eko: hehehe, susah kan jawabnya??
Gw: Itu jawabanku susah kamu cerna atau gimana?

Andhi Eko: iya jawaban Hipocratic, berarti anda selama ini sifatnya hiprocrat juga ya?
Gw: Ah, anda terlalu over judgemental

========================================================================

Gw: Umm.. bagi gw rasanya.. orang yang berteriak "aku agnostic!" sekalipun, kalo dia memikirkan bagaimana nasip orang proletar, at least sudah menunjukan bahwa dia perduli kemanusiaan, so artinya dia punya hati nurani, and that's mean cahaya tuhan bersama dia..
Mas Galih: Memang sih, Spritualitas bukan teologi, tapi mungkin kalo bicara Iman akan bicara Teologi dan akan bicara agama, nah ini yg beda dan potensi konflik..
Gw: spiritual, tapi non-agamis, Nah itu dia om! dulu, jaman mbah aku masih idup, tetangganya ada yang muslim tapi nggak pernah ngaji atau sholat, dia masih toleransi.. Sekarang? kalo ada tetangga yang sama-sama Islam, sama-sama sholat, tapi beda cara sholat, langsung berantem dan bakar-bakaran mesjid

Mas Galih: Thats true. Itulah sekarang orang ngaku2 beragama tp sesungguhnya jauh dr nilai spiritual krn terjebak sm simbolisme-simbolisme semu. Lu mesti diskusi sm orang-orang yg lebih arif, sama jebolan-jebolan pesantrennya NU
Gw: hahaha

Mas Galih: sama orang Paramadina, sama Gus Mus, sama Ulil, sama Yudi Latief, sama Syafii Maarif, jangan sm orang PKS
Gw: Iya papaku juga bilang gitu, "kamu kalo bicara hal yang spiritual sama orang yang nggak ngerti apa itu spiritual, yo bablas, entek.." gitu katanya

========================================================================

Bang Mail: gw baru liat naga bonar jadi 2
Gw: Ih norak deh kamyu.

Bang Mail: Biarin
Gw: Beuh gw lupa, disono kagak diputer ya? Eh eh Tora Ganteng yaks?

Bang Mail: Hmm.. kurang pas kata gw
Gw: Laaah harusnya siapa menurut lo?

Bang Mail: tau deh, gw kali??
Gw: HAH ELO?! muke gile....

Bang Mail: kurang lucu dia, trus logatnya maksa
Gw: trus kalo LO, bakal lucu gituh?

Bang Mail: mereun *pasang icon kacamata item*
Gw: Ari Kamuuu... *pasang icon pingsan*

========================================================================

GadisPenjaga21: Mbak, yakin mau nonton?
Gw: he? ini Ratatuwi kan? yang jam 17:35?

GadisPenjaga21: iya
Gw: ya udah, lalu?

GadisPenjaga21: Masalahnya, cuma mbak yang beli tiketnya
Gw: Ha? Maksutnya, sebioskop sendirian? Gitu?

GadisPenjaga21: iya mbak, filmnya baru keluar tadi, jadi belum ada yang beli, jadi mbak masih mau nonton ga?
Gw: *garuk-garuk* iya iya, tetep nonton.

(itung-itung kado ulang tahun)

========================================================================

Gw: Mungkin... jalannya Drupadi harus tetep nyari Janoko, bukan Buris Rowo
Lekopr: Sudahlah, masih banyak pria lain yang tau cara Janoko dalam ngembung?
Gw: ngembung? maksut loh?

Lekopr: setidaknya dia punya cara gila yang bahkan tidak mencium elo tapi akan membuat elu yang berhasrat minta dicium..
Gw: Gyahahaha ya ya.. yang itu gw mao pesen satu!

========================================================================

Tika: say mau duit tambahan dari hobbymu ga?
Gw: apa?

Tika: http://academia-research.com/sign.htm
Gw: Apaan tuh?
Tika: nulis dibayar, freelance or kontrak, $6 - $20 per halaman.
Gw: masa sih?

Tika: cobain aja, klo bener kan lumayan say, soalnya aku suka tulisanmu yoem..
Gw: *glek* iya iya..

========================================================================

(Lagi baca Milis lucu)

Cowok: (ngiliatin Ceweknya nggak kedip)
Cewek: (ngerasa risih) "Lo kenapa seeh!?"

Cowok: Sakit ga?
Cewek: Sakit kenapa?

Cowok: Iya elu, elu ngerasa sakit ga?
Cewek: Sakit pegimane seh?!

Cowok: Jatuh dari langit.
Cewek: Maksut loh?!

Cowok: Bidadari kaya lo, jatuh dr langit, Sakit ga?
Cewek: *PLAAAKKK!!*

(gw: Nyengir kuda)

========================================================================

Gw: Cha minjem datacard ama SIMcard NTS, guah mau ganti password imel. Ini nggak bisa masuk VPN PCCW lewat proxynya NTS.
Chaca: Lah, bukannya GPRSnya NTS lagi bego?
Gw: Weh.. P2 dong?? Masih gara-gara masalah si Ericsson yang kemaren lagi ya cha?

Chaca: Ho'oh

========================================================================

Klentheng: Lu tau nggak? Kenapa anak kecil selalu lebih bahagia dibanding orang-orang dewasa?
Gw: You tell me..

Klentheng: karena anak kecil selalu bisa melihat hal-hal baru dan menarik dari dunia. Lah kalo kita...? semua hari sama saja, padahal tiap-tiap hari nggak pernah sama, pasti membawa kebahagiaan dan kesedihannya sendiri-sendiri..
Gw: iya.. kalo aja semua orang dikasih gift untuk lebih tau, kapan dia berlari secepat cepatnya (untuk merasakan geretakan excitement, don't care wheter it's joy or even sorrow), ataupun kapan mereka mengerti kapan memutuskan untuk diam, bisa jadi nggak bernafas, agar bisa merasakan kebahagiaan angin ataupun kerendahhatian senja, Hmm.. I think our life will be damn perfect

klentheng: Iya. Gw juga belajar menikmati banyak hal-hal remeh dlm hidup ini
Gw: Mungkin memang bener ya mas, memfilosofi hidup itu nggak selamanya harus ruwet hahaha...

========================================================================

Ratih: Mbak yummm, punya ps final fantasy 7 gak??
Gw: PS? Heleh, koyo cah cilik

(padahal sendirinya maen)

========================================================================

Gw: Nyari Icha? Tuh Icha udah pulang, kemaren jadi supir biyung-e nang bandung
Cak Cuk: piye??
Gw: nyupiri mamahe nang Bandung, Mulakno ketok stress, kecapean

Cak Cuk: mang mamahe gak bisa jalan tha? koq di supiri? dinaekin donk
Gw: Ngawur, mamahe Sapi po piye

Cak Cuk: haha oiya ya yg naekin kan buapaknya si icha
Gw: heleh

(dasar mesum)

========================================================================

lekopr: life goes on... Jangan pusing ama broken heart... life like hell, mate....   
Gw: iya.. iya.............................

========================================================================

Gw: Pak Hendra, punya YM selain Pak Chairul & Mbak Tina untuk urusan radio planning NTS gak? mauuu siiiyh..
Pak Hendra: Yang masih jomblo ato dah nikah?
Gw: Weh, beneran iniy..

Pak Hendra: Maksudnya Sony ato Ardi? Ntar gue bilangin deh, ada yang naksir
Gw: Yeh... si Oncom....

(Pencarian info RNP tools yang membutuhkan pengorbanan..)

========================================================================

Gunawan: Kalo gua jadi elu, mending ng-agent keluar, mumpung masih muda
Gw: Gw nggak tau musti ikut agen apaan? Taunya cuma agen minyak doang

Gunawan: Cari di internet lah
Gw: Kata kuncinya paan?

Gunawan: www.jobsearch.com / www.monster.com / www.3gwirelessjob.com
Gw: Iya sih, cita-cita gw emang kerja di luar, biar nggak miskin

========================================================================

Gw: Cha, apaan yang ngebut?
Icha Hutapea: Biar bisa cabut ke Bandung dengan tenang, ngebut rekon XL ney (sigh)
Gw: Setengah hari nih ye.. Mao pacaran lu yak?

Icha Hutapea: kagak, nemenin nyokap, Jadi supir jadi-jadian..
Gw: boong ah

Icha Hutapea: beneran
Gw: Hmm.. mencurigakan

Icha Hutapea: klo gak percaya telp aja ke 025xyz96546, ada kok orangnya disono
Gw: hahaha

========================================================================

Gw: y'know? A person may love you, but (still) avoid marrying you (or anybody else, could be me either) if they somehow believe: life with you will be difficult.
Mas Bambang: hehehe, setiap orang cenderung mengelompok sesuai dgn dirinya
Gw: Maksutnya?

Mas Bambang: artinya orang alim ketemu orang alim, orang baik sama orang baik, dan orang jahat sm orang jahat..
Gw: Hmm..

Mas Bambang: tapi kalo you percaya sama the circle of goodness, pinjem istilahnya Paulo Coelho, maka your life would be NEVER hard
Gw: Um.. if only I could be that damn sure..
Mas Bambang: Yang penting taburlah kebaikan... jangan harap balasan...
Gw: That's nice.. Hhhhh.. (sigh) mudah-mudahan aku ketemu cowok model kamu, mas!

Mas Bambang: Ya! Sure! kuharap you bisa cepet jadian sm Bilven
Gw: Weleh........

========================================================================

Iqbal: MY (Boss) ada??
Gw: nggak

Iqbal: kmana??
Gw: mbuh

Iqbal: jangan-jangan ke Surabaya??
Gw: Hayuh koen! Blaik!

Iqbal: wah gimana nich…

========================================================================

Enrico: Oy..weekend rencana kmn neh, nonton ga?
Gw: gak ah, planless

========================================================================

Mas Lilik: Jadi beli ORI kagak lu?
Gw: nggak

Mas Lilik: yah, tahun depan mau dinaikkin jadi 7-10 jt
Gw: iya deh beli kalo gitu

========================================================================

Gw: tau nggak mas? gw ngefans sama orang-orang model kayak lo dari dolo
Mas Kunto: waduh, I'm flattered, thanks
Gw: iyeh.. sama kayak gw ngefans sama Bilven, Mas Mirza ataupun Ahmed Jedug anak HMI itu

Mas Kunto: Ooo Lu emang gaulnya cocok sama kita-kita yum, yg pikirannya independen, bukan sama orang-orang yang ikut arus, gak berani n gak mau berpikir beda
Gw: Hahaha.. Gw akuin, through all of you, I can really see what's beyond life..

Mas Kunto: Tapi orang-orang kayak kita ini justru yang dibilang aneh sama lingkungan
Gw: kita memang sekumpulan orang freak, but at least kita nggak hipokratik

Mas Kunto: Haha iya iya!

========================================================================

Gw: if you love somebody, dare to make some extrafugant sacrifices, semua itu terpulang ke eloh
May: kita liat aja ke arah mana dia berkembang dulu
Gw: hmm.. wise and fair enough

May: gue sayang ma die, tapi ego gw… benci!
Gw: itu yang sulit

May: duwh..... gw jd bingung ma mau gw rum... kangen peluk yg gede-gede
Gw: sini ama gw

May: kurang gede

========================================================================

Mas Eko: Gue kayaknya ke Jakarta mulai besok malam sampai selasa pagi/siang
Gw: ayok ketemu

Mas Eko: halah..elunya yg paling kagak bisa..
Gw: bisa bisa, eh eh.. besok nge-pool deng, gak bisa..

Mas Eko: Tuh kan elu sendiri jadi jomblo partikel bebas.. mental kesana kemari... menikmati jakarta..

========================================================================

Rico: Kamu sering nonton sendiri juga bu? mana enak?!?
Gw: enak, sudah terbiasa. Aku sama kamu kan beda, aku suka jalan sendiri

Rico: owh.... iya sih ..berbeda
Gw: aku semua mulai terbiasa sendiri, dari dulu sendiri sih, aku kan anak tunggal..

Rico: owh iya yah...

========================================================================

Bu Dian: Damn Ricky too   
Gw: Hiks iya bu, ini aku lagi curhat sama pak andi..

Bu Dian: He's still kinda cute thou, gut lak with tha damn cutey!
Gw: Gyahahaha Bu Dian.. iya sih, He’s pretty hunk, ha?

Bu Dian: Yup! Penampilan sih bolehlah, keren! Udahlah, ngancem pindah aja ke nokia kaya Lia, baru ntar dia nyembah-nyembah loe!
Gw: Nggak ngancem pindah aja, sebenernya dia udah nyembah-nyembah aku, Bu

========================================================================

Chaca: Rum, foto lu kaya foto pembokat gwa
Gw: monyet...............

========================================================================

Gw: Lunya mau sih digituin sha..
Risha: Berteman aja kok, ga lagi-lagi
Gw: Nah gitu dong darling, Yu musti tunjukkin kalo Yu itu can be better without him, let him beg you, let him the one who adores you, k?

Risha: yep

========================================================================

Gw: Knapa? pusing?
Mala: gak tau nih, Neng.. dari pas bangun tidur.. Ga enak bgt!
Gw: Coba beli ponstan

Mala: Udah minum panadol, neng.. ga ngaruh ternyata.. sial! Lagi sibuk ya?
Gw: nggak kok

Mala: Ooo..
Gw: Jangan Panadol, tapi Ponstan, kalo pusing bangun tidur biasanya gara-gara otot nggak sinkron

Mala: duh.. kirain otak gue doang yang gak sinkron..ternyata otot gue juga! Kenapa ya gara-garanya?
Gw: Tidurnya restless tuh.. jadi nggak lancar peredaran darah ke otak

Mala: iya..betul itu! tau aja sih lo?
Gw: iya soalnya dulu pernah punya mantan dokter

(heleh)

========================================================================

Gw: ya, Icha lagi sedih tuh, Anjingnya dimakan omnya. Omnya bilang: "Wah enak, tulang rawannya empuk banget". Trus ichanya nangis. Hibur icha gih, ksian... dia jadi sedih gitu, Lo bayangin dah kalo adek lo dimakan sama om lu, pasti kan sedih
Lia: Sial, lo. Masak adek gw anjing

========================================================================

Jacky: yom
Gw: hadir

Jacky: gi ngapa? sibuk?
Gw: hooh

Jacky: oh, ya udah lah

========================================================================

Gw: eh bu, usul buat CDC. Lulusan kita minus soal bahasa pemrograman kayak UNIX, TE harus diajarin unix kayaknya. itu kepake banget buat dikerjaan. Paling nggak ada basic bahasa unix di dasar pemrograman
Bu Fida: ok, ntar disampaiken usulnya

========================================================================

PurnoMo: gmn kabar Yoooem? dah lama ga ngobrol
Gw: Alhamdulillah baik, abis ngambil cuti seminggu!

PurnoMo: knapa? kamu nikahan yach?
Gw: sembarangan……..

PurnoMo: eh.. btw.. cewekku kagum ma kamu lho Yoeemm, tulisan2mu di blog friendster, aktif & kreatif.. coz kayaknya dia sepaham ma loe.. maklum org sosiologi. why you nggak terbitkan aja dalam bentuk buku
Gw: buku? kamu orang ke 309 yang ngomong gitu, hahaha, Janganlah, buku itu complicated, harus pakek poso

========================================================================

Ni’am: adoooh poster BBB udah diturunin.. sakit mata liat si Bella senyam senyum ga jelas gitu
Gw: Heleh aku ngelirik posternya aja nggak, palingan putra putri daerah yang nonton

Ni’am: pas bulan apa ya....mei kalo g salah....pokoke dah lama, di perempatan CSW, ada iklan guede tentang BBB kan, aku liat pas naik busway mau k blok M, refleks elus-elus jabang bayi.. sambil bilang: naudzubillah min dzalik..
Gw: Gyahaha itu posternya ada sampe sekarang, Jeng

Ni’am: Denger lagunya aja udah nyiksa kuping, apalagi liat aktingnya, ga ngerti aku, emang ada ya di antara mereka tu yg TALENTED???? pas denger lagu yg paling baru.....di tipi......pikiran jahat pertama yang melintas: ini pasti dimixingnya susah banget
Gw: gyahahahaha

Ni’am: Yoem, ya mbok ya’o, kamu sumbang skenario lah ama mereka-mereka  itu....ksian
Gw: emang jalan ceritanya nggak banget yo mbak? nggilani po'o??

Ni’am: Ga tau....cm baca review2, liat trailernya di tipi....udah cukup buat bikin aku pegang dompet & tutup mata. Abis liat review2 itu.. kok sepertinya para penonton bukannya terhibur malah tersiksa yo?
Gw: Gyahahaha

(Kritikus sadis)

========================================================================

Uta: Barusan abang nelpon
Gw: So?

Uta: Gw coba buat ngangkat
Gw: Jadi lumer?

Uta: Jadi emosi lagi
Gw: Let it mend first, so u can decide

Uta: Dia lempeng banget sama gw, alih-alih mempertahankan, dia malah memberi kebebasan, ga ada pengertiannya klo gw tuh kalang kabut, Trus td dia minta mulai lagi seperti ga terjadi apa-apa, GW KESEL!!
Gw: Sabar sweety, take a hold first, don’t get too rush, Let him know that you are worthed!!

========================================================================

Jacky Oncom: Pagi say...
Gw: Weh jeki

Jacky Oncom: mumet nih
Gw: Baygonnya dah diminum?

Jacky Oncom: Baru dikit, tapi kok dah puyeng ya?

========================================================================

Gw: Nyet, HP lu ilang??/
Lia Ndut: iya…….
Gw: Buset!!! Kayaknya lo beli nokia aja deh, kalo beli Sony Ericsson ilang molo

Lia Ndut: nyantei aja kali, Rejeki mah ga kemana, Emang musibah aja, Gw sey Insya Allah ikhlas ikhlas aja
Gw: gw-nya yang nggak ikhlas, nyet! W880i berumur sebulan gitu loh!

========================================================================

Mbak Tina: btw, kamu ga rindu ama "papi"-mu?
Gw: Pak Andi maksutnya, mbak? iya sih... hiks

Mbak Tina: Senin aku cuti, jadi ga ketemu pak andi pamitan
Gw: weh.. cuti mulu niiiyyy, persiapan yak? cuit cuit, masa kerja mulu?

Mbak Tina: Kapan duitnya habis kalo ga dipake liburan? Padahal: Abis cuti jatuh miskin.
Gw: gyahahahah miskin...

========================================================================

Gw: Jul, bahasa Rostoknya "maap" apah? "sorry" = "schorraiygh" gituh? (heleh)
Mas Boi: paan
Gw: gw mau bilang: "maap ya Jul, udah gangguin", tapi pake bahasa rostok, ayo artiin, buru!

Mas Boi: tut mir leid Jul, ich kauf dir ein geschenk
Gw: buset panjang amat?? ya udin, "tut mir leid Jul, ich kauf dir ein geschenk ya??". Wih gw keren bangeeed

Mas Boi: danke
Gw: kok jawabnya "thanks"? nggak "ai mate"???

Mas Boi: iya soalnya tadi loe bilang "sorry yah jul, tar gw beliin kado deh"
Gw: weh.. penipu..

========================================================================

Redi: Lu kenapa seh, suka banget pegang-pegang perut guah?!
Gw: Abis empuk, Ndut, kayak kasur aer

Redi: Damn kacrudddd, Gw harus pitnes lebih keras!!
Gw: Weh jangan!! kalo kotak-kotak malah nggak pantes

Redi: itu kan MANLY gitu loh!!
Gw: Ah... nggak juga..

Redi: Weh weh, tunggu, tunggu, kok elo sepet gitu nanggepinnya?
Gw: Ya bukan gitu maksut gw.. Umm.. tapi di, lu cakep kayak gini aja, bener deh

Redi: serius lu?
Gw: Iyah

Redi: Hm.. ya udah deh gini aja..
Gw: (Heleh dasar lelaki.. pengennya dirayu-rayu joga)

========================================================================

Gw: yeh, baygonnya mau dikemanain pa?
Pops: Bentar.. ini mau nyemprot kucingmu, abisan nakal gigit-gigit..
Gw: wehhh!
(emang kucing gw nyamuk..)[]

the conversation part 4

September 12, 2007

..Life and Regrets..

The angel voices milik George Michael masih mendayu-dayu memanggil-manggil “Roxanne” yang seharusnya milik Sting. Café ini tutup lebih lama dari café-café malam lain di Jakarta. Tempatnyapun nggak terlalu jauh dari kantor gw.

Maya masih menggenggam cairan bening berbau lembut yang sumpah, rasanya pasti menyengat ke otak lamat-lamat. Single malt scotch. Sudah tiga sloki, ini yang ke empat. Mata bulatnya bergerak-gerak, setengah sembab dan hampa tertutup gumpalan asap.

Belum lagi hembusan Mild Seven yang baunya asli, bikin gw ngiler setengah mati. Tapi mau gimana lagi, gw pasrah aja pas mulut ini seenaknya mengatakan “Nggak, makasih, gw nggak ngerokok”.

Unfortunatelly (or could be fortunatelly) semenjak November 2000, I decided to quit and done with all those ”rave party” things. Walhasil gw cuma bisa mingkem ngaduk-ngaduk lite-macchiato tanpa gula yang wanginya diperkirakan dapat menghapus segala lara di gua (kalo ada).

“Hey, Gendut.. If a friend envies you, then she is not your true friend anymore”. Kalo udah mulai setengah-setengah gini, Maya emang suka manggil gw seenaknya. “And Y’know what? I’m so damn envy you!”. Lanjut Maya patah-patah.

Gw cuma bisa lekat-lekat memandangi wajah putih Maya. Warna matanya merah, semerah mata jagoan gw waktu SD, Megaloman. Rambutnya yang terurai ringan, berwarna nggak jelas yang kadang hitam kadang pirang, membuat gw makin yakin, kalo Maya itu fans beratnya Megaloman.

“The sound of our feeling is no longer heard”. Tatapan Maya terpaku beku dalam beningnya sloki kristal yang sedari tadi bermain lincah didalam genggamannya. Seperti biasa gw cuma bisa diam.

Butiran air matanya satu satu mulai jatuh.

Ponsel gw bergetar. Bokap.

“May, gw harus pulang..” Ungkap gw pelan.

“Bokap?”. Gw ngangguk pelan. “It’s okay, just give me a big hug like usual”.

Gw memeluk Maya.

==========================================================================

Emang nggak gampang buat seorang Maya untuk ada diposisi: WIL, Wanita Idaman Lain, atau gampangnya wanita simpanan seorang laki-laki beristri. Maya nggak deserve aja untuk dapetin itu semua. Dia pintar, cantik pula. Dan dunia ada didalam genggamannya. Tapi gw juga nggak ngerti, kenapa dia musti milih jalan yang kayak gini.

Sebelumnya, dari dulu, dulu-dulu banget, sebelum semuanya jadi kayak gini, gw udah berkali-kali bilang ke Maya “Better don’t start that fire..”. Tapi jawaban simple dan percaya diri Maya ngeluluhin gw, “Yoem, jangan terlalu serius gitu ah, gw ama dia cuman seneng hang out bareng aja kok. It’s just about having fun, I’m not taking it as my personal things.” Maya mengkodekan tanda kutip dengan jari-jarinya yang lentik. Lalu tertawa berbangga.

But look who’s laughing last.

==========================================================================

Gw rasa emang nggak segampang yang gw kira. It's so damn near impossible to find a good man who will gonna leave his wife, after you, which is a dessert, hidangan pencuci mulut.

Dan setelah semua api itu terbakar, Maya cuma malu-malu memutar ragu, “I dont want you to forgive me, but I want you to understand, I simply can’t live without him”. Saat itu gw pengen banget teriak “But HE’S NOT YOURS!”.

Prinsip gw: Don’t ever get whatever things that is not yours!! It’s called STEALING! Since we’re a good people, we’re not STEALING!

Tapi mau gimana lagi, cinta itu buta. Kadang kalo udah badung dan kadung (alias telat, bahasa bokap gw), yang dimajukan bukan hati ataupun rasionalitas, melainkan nafsu setan alas (bahasa bokap gw lagi). Tau deh bener apa kagaknya.

==========================================================================

Gw jadi inget juga tentang suatu percakapan antara gw sama my beloved Abby:

Gw: Bi, kata bokap gw, dalam budaya Djawa, pria itu memimpin, dan wanita mengikuti.

Abby: Lalu kalau gitu, pria bisa memimpin seenaknya dong? Asiiik, yang penting kan pokoknya wanita harus mengikuti. Tuh Lu harusnya nyadar...

Gw: Weh nggak gitu bi. Maksutnya tuh gini, pria menawarkan langkah, dan wanita akan setuju dengan mengikuti.. dasar bolot..

Abby: Hmm...

Gw: Kok Ragu gitu? Jangan Salah bi, bagaimanapun, mengikuti juga butuh kekuatan yang sama dengan memimpin..

Abby: Berarti keputusannya tetap di wanita ya?

Gw: Iya dong!

==========================================================================

Dada gw sesak, teringat Maya. Why did she choose to be so? Tapi gw tetap berusaha objektif (sesuatu disebut objektif jika ia bebas dari pengaruh perasaan, emosi atau pandangan sebelumnya).

Dan seperti apa yang dikatakan Rowena (Perfect stranger): Secret is great, until you get caught. Dan bisa ditebak, yang rugi tetap yang mengikuti, Maya. Untuk si pria sendiri (sebut saja Pak direktur Bejo), setelah semua terjadi, masih ada kemungkinan sang istri mau memaafkan segala kekhilafan Pak direktur Bejo.

Tapi coba lihat disisi lain, misalnya Maya memaksa Pak direktur Bejo untuk tetap menceraikan istrinya dan menikahi Maya, trus ternyata Pak direktur Bejo nggak mau. Semakin Maya maksa, semakin benci ajeh Pak direktur Bejo sama Maya. Dan konsekuensi lebih lanjutnya bisa ditebak lah. Maya nggak akan dapat apa-apa.[]

==========================================================================

To dearly Maya: There are two ways of live: with regret or without it (taken from mas Ary)

September 03, 2007

=Another Broken Story: s.u.d.a.h.l.a.h=

Bola mata gw nggak bergerak, terpancang jarak. Udah dua menit ini gw nggak mecahin rekor this skimming stone (lempar batu di air). The best rekor masih dipegang Abby, enam kali pantulan diatas air. Amazing!

Sebenarnya dari tadi gw dan Abby sama-sama lama terdiam, hanya menabung dan menimbun arogansi kami yang dibatasi oleh himpitan ruang rindu yang tersembunyi.

"Look Yoem, cinta itu universal. Hanya saja.. kita mungkin mencarinya dengan cara yang berbeda" Abby membuka kesunyian tak berujung itu.

"I am who I am, and I'll suffer for that". Bola mata gw tetap nggak bergerak, memandangi gumpalan awan senja yang pulang berarak-arak. “Y’know, I love you so much ‘till it hurts, Bi. You always know it, you always do”. Lanjut gw pelan dan ragu-ragu.

"Then why you wanna leave me?!". Abby mulai nggak sabar menanggapi gw dan segala tembok kekakuan yang sengaja banget gw bangun.

"It's better I leave you now, then you leave me later. Coz if it's happen, I don't know.. I really don't know I can hold it.. or not..". Gw mulai nggak bisa menahan buncahan rasa itu. Sayang kalimat terakhir tadi cuma ada didalem hati gw aja. Di depan Abby gw cuma bisa sedingin es.

Pipi gw basah, sebasah mata Abby saat dia cuma bisa mengumpat sekuat-kuatnya dan menendangi alang-alang rendah yang nggak bersalah. He’s so demolish.

But.. so I am!

Dan bisa ditebak, kami cuma diam disepanjang dua setengah jam perjalanan pulang kembali ke Ibu kota. The silence is deafening. Believe me, it felt like forever.

==========================================================================

Caramel Macchiato, perpaduan halus antara pahit ekspreso dan kelembutan wangi susu yang ringan namun kuat, sekuat keyakinan membuat mimpi menjadi sebuah manifesto yang selalu nyata dan ada, sekuat keyakinan gw untuk mengenyahkan Abby dan cintanya dihati gw.

==========================================================================

Tiga hari berselang sejak the skimming stone day. Hari dimana keputusan gw menjadi sesuatu hal yang sangat elusive (sukar dipahami) dan extravagant buat Abby. Tapi itu gw dan dunia gw. Gw cuma bersikap sedikit lebih protektif ke diri gw, ke hati gw.

But you know what? Actually, you cannot get your real love if you won't surrender into it. Pasrah itu sebenarnya jalan keluar yang paling pas. Tapi buat gw, sulit banget untuk kehilangan orang yang bener-bener berharga buat lo. Memang, kenyataannya nggak semua perempuan sepengecut gw. Mungkin ini salah satu fakta kenapa icha selalu bilang “lu kan bukan cewe rum?!”.

==========================================================================

Emansipasi, tidak berarti melakukan segala kegiatan yang "mirip" dengan yang dilakukan pria. Emansipasi bisa juga berarti: bisa menjaga diri sendiri. Mungkin, bisa jadi gw terlalu over dalam hal menjaga diri gw sendiri, sampai nggak sadar, sudah sedemikian dalamnya menyakiti orang lain. Tapi gw juga bukan batu.

==========================================================================

Happy Salma: Menurut Anda, perempuan itu yang penting cantik atau pintar?

Pramudya: Bagaimana dia membentuk dirinya saja. Belajar hidup.

Angan gw terus melayang, membayangkan jawaban sederhana Pramudya yang membelit paru-paru sekaligus memaksa gw untuk berpikir lebih dalam dan berencana tentang bagaimana menghentikan semua kelakuan gw yang super duper childish ini.[]

==========================================================================

To Abby: I love you so much till it hurts. But I can’t surrender into it.