« July 2007 | Main | September 2007 »

August 13, 2007

..The conversation - part 4..

gw: pa.. gimana kalo mobil yang ini aja?
kanjeng pops: yang ini? nggak ah, bodynya mengkok, liat aja nih judulnya aja penyot, nggak mau aku ah (penyot = peugeot)

gw: (dalem hati) heleh, papa yang garing...

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: y'know? it's the most greatest chat within this month. It's the clever one.. thanks mas
mas klent: thanks to you too, you are clever women, hope you find someone that can understand you and also can match with you
gw: weh
mas klent: And i bet thats will damn hard

gw: gyahahaha semprul..

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

duta agung: itu dia, never judge a book by its cover
gw: (teasing) tapi kan yang penting cantik
duta agung: hei, itu memang faktor pertama yg akan terlihat, tp selanjutnya adalah, kebersihan dari hati seorang wanita yg akan berperan lebih lanjut
gw: yang penting cantik
duta agung: dasar! Listen Rum, inner beauty akan selalu lebih dipertimbangkan
gw: It's only a statement, boys gitu loh
duta agung: halah, susah emang yeh ngomong ama oncom?!
gw: weh
duta agung: Well, boys will always be boys, and girls never be boys

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

lekopr: baca berita bisnis indonesia ngga hari ini? ongkos produksi satu sms itu cuma 74 perak, bayangkan, harganya naik 400%, berapa untungnya operator kalo satu hari 100juta sms?
gw: Yah namanya juga kapitalis, begitulah om..
lekopr: Yeh! tanggung jawab intelektual kayak elu-gw ya mempertahankan kepentingan publik yang lebih luas, untung ya untung, tapi jangan keterlaluan gitu dong
gw: Yah namanya juga kapitalis, om..
lekopr: pegimana sih lu??

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: Mas Bin, kapan reuni? dirimu lagi ngapain?
mas bintang: aku lagi baca majalah rolling stone edisi 40 tahun sambil minum kopi aceh. Ada wawancara Mr. Dylan, Wolfe, Mailer, Jagger. Old soldier just fade away
gw: ada tendensi apa baca itu? jadi pengen minum kopi juga ah...
mas bintang: cerita generasi 60an, soal kritik sosial, revolusi, jurnalisme baru, perang, narkotik, dan lagu-lagu tentunya. era jaman itu katanya, asal muasal era para rebels yang sekarang

gw: whoa, sintesa menarik, mungkin aku harus cari juga yang mirip-mirip itu. Rasanya ada yang kurang saat secangkir kopi sudah ditangan

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: hoy kepiting uelek, arum yang ndut tapi cantik ini ganti nomer, biasalah artis..
dbimo: ah ganti-ganti nomer terus sih.. dikejar-kejar tukang kredit yak? kamu mau dikenalin ke temenku nggak? lucu loh, biasanya jadi badut ancol.. hahaha..

gw: haiyah!

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tasik: yuem, lagi ngapaint??
gw: yuem???? *mulut loooh*

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: you should see Painted Veil, good movie!
Mas pug: Painted Veil?
gw: iya, yang maen si naomi watts, setting taun 1925, pembelajaran bagus buat para wanita oncom
Mas pug: Gw kan bukan wanita

gw: but you can learn from them, old smug! (_ _);

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Draco Malfoy: Kangen cayang, apa kabar?
gw: Well, aku agak pendiam n kesepian saat ini

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bambang Satrio: Pada bulan kutitipkan salam untuk sang dara diperaduan, tinggalkan resahmu dipangkuan bintang. pulaskan tidurmu malam ini dan jemputlah esok yang pasti datang
gw: I stunned when a man prayed and whispered for those rainy star in everyway will cheers the dark night that is cold as an ice.. so heaven will fall by the time I close my eyes..

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: Faz, Al-Quran terjemahanmu masih aku simpen...
Faza: haha.. ya udah, dijaga baik-baik ya?

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sholehuddin Iqbal: JTSH005 mati karena ada ES (error second) di transmisi sisi JTSH006-nya. Sminggu ini anginnya kenceng buanget bulek, mungkin bakalan intermittent
gw: weh.. yo wes, sisuk di re-check maneh, suwun infone pakde..

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Drix: Haruskah aku lari dari kenyataan ini? pernah kumencoba tuk sembunyi. Namun senyummu, tetap mengikuti
gw: (garuk-garuk jidat)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Liz: mbak, ahlul a'raaf artinya apa sih?  kalimatnya gini: seolah cuma ahlul a'raaf saja, bukan ahli syurga, bahkan al jahiimpun tak mengakuinya. Matur sembah nuwun.
gw: artinya.... paan yak?

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bimo: woy yem, besok ada rencana mau ndukung indonesia nggak?
gw: aduh bim, nanti kalo kamu nonton langsung dan ketimpuk botol aqua plastik gimana? kan atit..
Bimo: iya serius?! bener?! yo wislah, nonton ditipi aja biar bisa liat replynya..

gw: weh, dasar gemblung..

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lia: arum, gw sedih.. hiks.. ga ada yang kenal. Kangen komputer gw! disini sepi banget bo! gw dianggurin ney. Tapi disini pantrynya keren rum, ada coffee makernya, ada microwavenya, ada meja yang isinya makanan semua, hehehe, tapi tetep gw nggak ada kerjaan, lagi baca dokumen doang
gw: yah kerjaan lu disono n dimarih berarti kagak ada bedanya malih

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Icha: Rum, gw kayaknya keracunan. Mual n sakit perut, gimana dong?
gw: Lah!! Dari tadi kan gw dah nyuruh lo minum baygon, cha
Icha: Monyet...

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Imow: aku kedinginan, abis pulang rafting dari Citarik
Gw: ati-ati masuk angin mow
Imow: Ujan niy disini, disana gimana?

Gw: cerah, jangan lupa tolak anginnya diminum

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

KHBWS: hooi nona oncom..
gw: oy napa mas? lagi dimans?
KHBWS: lagi di driving range cari keringet
gw: halah, hari ini udah dua orang yang ngomongin GOLEP ama guah..
KHBWS: weh, you skali kenal golf bisa addict, gw dulu juga nganggep remeh, borjuis sport. But now? trust me, ini sport yang paling banyak filosofinya..

gw: ah masa ah iya, gengsi dong??? *bgaya jaman SD*

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mas Oncom: Bahasa-bahasa rendah dirimu juga tidak bagus untuk karakter buildingmu..
gw: contohnya?
Mas Oncom: sms terakhirmu semalam dan 2 sms pertamamu pagi ini

gw: Ooo gitu ya? So? Aku harus melulu bicara serumit and secomplicated kamu untuk membuat orang mengerti aku? Kiblatku lebih ke Hestia mas, aku lebih suka menghabiskan malam-malamku dengan ditemani bintang dan segelas machiato ditangan..

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Satria: utk seorang Bilven fisik bukanlah pertimbangan penting
gw: buset, ada mak comblang
Satria: =)) hahaha
gw: mungkin bilven bukan mencari yang biasa orang cari
Satria: dah gini aja, kalo gw ke jkt kita maen ke bdg yuk, gw sekalian nengokin adik gw yg di itb
gw: hahaha ga mau.. jangan ngeledek dong mas
Satria: pokoknya soal Bilven, kita atur aja ntar

gw: weh!

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: thank's.. very touching mail..
Eric: oh.. gw udah takut aja dianggep mojokin cewe
gw: mulanya sedikit gw ngerasa gitu, tapi gw ambil oncomnya (baca: bright sidenya).. boys really do.. I mean.. they are like that.. and I realize.. it's a matter of "understanding"
Eric: iya ya, kadang gw suka kejebak di rasa sukanya doang, tp benernya ga cocok2 amat, lebih banyak yg ga nyambungnya gitu
gw: iya makanya bener banget kata artikel itu "To conclude, begin to think of what you need in a relationship - and what kind of a man has needs you are able and willing to fill. Ask yourself". that's fair enough! At least sebagai wanita gw merasa, gw masih bisa memilih
eric: iya, kalo kaya gini gw masih setuju deh bisa mikir ke arah sana

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

heru: yum, kamu mau nggak aku kenalin sama temanku, dia pengusaha disini, anaknya oke! kamu banget lah pokoknya!!
gw: kamu gila ya?
heru: loh aku serius, yum..
gw: loh aku juga serius ru
heru: loh daripada kamu kerja capek-capek di jakarta, mending kamu disini, jadi ratu Timika, kemana-mana diantar innova.

gw: walah.. masih jaman ngomong soal materi?

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: intinya... semuanya itu proses ri, kalo kita bisa ngelewatin proses itu bersama-sama, pasti nggak fail, fail itu karena ada pertentangan. Perbedaan bukan pertentangan loh. Begitulah..
Hari: hehehehe.
gw: jadi ceramah.. maap..
Hari: nggak sih.. malah menjadi masukan buat diriku nih.. tapi kan biasanya cewek yang selalu ngambek kan.. klo ditinggal2 ..
gw: yah itu sih cewekmu. Kamu jelasin aja kedia, semua, apapun itu, bagaimanapun itu, perlu resiko, kalo kamu mau ngarunginnya sama-sama, why not taking that risk
Hari: tapi saya orangnya workaholic banget nih
gw: itu kan karkter orang, aku rasa itu bukan satu masalah
Hari: saya hampir 18 jam sehari didepan komputer..  jadi lupa semuanya.. nah
mungkin permasalahannya itu..
gw: kata temenku, pernikahan itu kan sebuah dialog ri , semua bisa dibicarakan. Well kamu emang orangnya gitu, harusnya sebagai calon istri, cewekmu itu sudah paham betul karaktermu, suruh nonton film painted veil gih, itu cowoknya yang Dokter persis kamu. But y'know what? aku sih mending kayak kamu gitu, jadi kan berarti kamu selingkuhnya sama notebook, bukan sama cewek beneran
Hari: hahaha..

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Hendro: Rum, sorry banget ya tadi gw balik, mainnya cuma sebentar

gw: nggak papa kali ndro, kayak rumah lu ama rumah gw beda berapa jauh ajeh

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

085277840696: Arum, dah bangun sayang?
gw: buset! siapa neh, sayang sayang..
085277840696: forget it, just some passing by
gw: jeh ngambek, yang ngambek harusnya gw, ada alien pagi-pagi bilang sayang
085277840696: eh arum, belum aku kasih tau ya?

gw: ??? (sumpah bingung)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gw: salah anginkah kalau daun jatuh? ataukah salah pohon yang membiarkan si daun itu jatuh...?? menurut lu salah siapa, om?
Mas Boiy: gak salah
gw: weh? kok?
Mas Boiy: karena ada gravitasi. Trus emang daunnya udah waktunya jatuh

(clingak-clinguk nyari icha)

Gw: Cha, kata temen gw di YM, tu daon emang udah waktunya jatoh, jadi kagak salah siapa-siapa!!! *tereak*
Icha Hutapea: seep.. emang dah waktunya aja kli yee...

Gw: Iyeh!!

(Icha ndeketin guah)

Icha Hutapea: tapi pas daun itu lepas, daun kesakitan banget
Gw: Hmm.. nggak sakit.. kalo si daun itu sadar, it's simply about the time..
Icha Hutapea: yup, daun hrs mulai melanjutkan hidup ney... chayooo...!!!!

Gw: Ichakuuh, semangat ya?! chayo kembalih!!

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mey: Eh gendut, Jason tuh siapa? Cowok baru lu ya?
Gw: Jason yang mana?
Mey: halah pura-pura, Ekspat mana lagi bo..??
Gw: Oh yang itu..
Mey: Ganteng nggak? anak mana?
Gw: semua orang kenal dia lagi mey..
Mey: weh, emang dia siapa?

Gw: Jason Bourne

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ratih: Ha? ganti nomer? again?! kabur dari siapa kali ini? apakah itu selalu jadi jalan keluar yang paling baik?
gw: kadang cuma kabur satu-satunya peta yang kupunya, Rat

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

onta: wah seleranya dari dulu tetep om-om, sekali-kali ganti dunk, tante-tante
gw: weh... oncom!

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ibs: Rum gw mau pergi lagi nih, kali ini jauuh, ke Makasar.
Gw: Weh, jangan tinggalkan dirikuuuh *sambil begaya mau meluk*
Ibs: Awas keterusan, gw kagak tanggung jawab nehhh..
Gw: Jijay bajay lele dumbay serojay-rojay! Ngapain sih lu ke Makassar? Pergi molo? Ntar temen gw ngupi sapeeeh??
Ibs: Ya abis gimana? (pasang tampang sedih)
Gw: Ya udahlah, gpp. Ntar juga kapan waktu pasti pulang kan?
Ibs: Hm.. (diem) ya nggak tau juga sih..
Gw: Sial, knapa gw jadi sedih gini yak?
Ibs: Rum, jangan gitu, masa gw dipunggungin, sini liat gw..
Gw: Jangan dah, ntar gw nangis.. ogah!
Ibs: gw serius niy...
Gw: (akhirnya nyerah) Iya iya, napa?
Ibs: Lo tuh gw boongin dari tadi tau! Ampun deh, gampang banget yeh ngibulin loe?!
Gw: Ha?[]

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Conversation part 1
Conversation part 2
Conversation part 3

                            

August 12, 2007

..::Tikus dan Kemanusiaan::..

Ajigile. Kemaren gw baru aja bete setengah mati. Gara-gara ngeliat ada orang yang nangkep tikus, trus tu tikus dibakar hidup-hidup, bakarnya pake kertas lagi. Anjrit! Kebayang dong nyiksanya kayak apa?? Andai aja gw saat itu bisa berhenti dan ngeplak kepala si tolol biadab itu..

Alhasil, gw cuma bisa nggrundel (misuh-misuh).

Gw kebetulan pergi sama bokap n temen gw, sebut aja Jacky. Ditengah rentetan protes guah, Jacky dengan oncomnya bilang: "Please deh rum, it’s JUST a RAT!".

Cannot excuse, setiap tanggapan orang atas perikemanusiaan merupakan suatu ciri sampai dimana manusia itu dengan segala perikemanusiaannya.

Dan entah gw lagi PMS atau emang kesurupan, gw spontan noyor palanya Jacky. Sampe akhirnya kita saling berkeplak-keplakan kepala, dan nggak lama cakar-cakaran beneran.

"Damn you, it’s just a raaaaaaaaaat!!!" Jacky terus berusaha ngelepasin tangan gw yang narik paksa rambut ikal panjangnya yang barusan aja di creambath. Kayaknya itu peak of limitation gw deh. Coz gw jadi ikut nggak beradab n brutal juga ngehadapinnya.

Untung bokap gw turun tangan.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Well, sebenernya udah beberapa waktu ini gw capek banget ngeliat penyakit apatis dan “perikemanusiaan limited” yang gilanya terus terjadi disekitar gw and bener-bener spreading bak silent epidemic.

Semua tindakan heartless itu asli bikin gerah gw. Imajinasi gw yang berenang liar seakan-akan berontak, “woy ncom, it’s gotta be more than this!”

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gw dulu pernah menjawab pertanyaan di salah satu bulbo FS (yang gw isi kadang serius kadang kagak) tentang bentuk-bentuk tindakan yg dapat merusak moral manusia. Kalo nggak salah dulu gw jawabnya kurang lebih gini:

"Tindakan yg dapat merusak moral manusia adalah tindakan-tindakan tak bermartabat, yang dilakukan tanpa berpedoman pada kehalusan budi pekerti serta tanpa dilandasi kesadaran individual yang tinggi".

Ada tiga kata kunci disitu: tindakan bermartabat, kehalusan budi pekerti, dan kesadaran individual yang tinggi. Semuanya memberi perspektif keteladanan, nilai kritis, harmonis, produktif dan demokratis.

Sekarang ini, lo liat deh, di Indonesia banyak orang yang berpendidikan tinggi tapi cenderung reaktif, defensif, bahkan dogmatis. Typical orang tertutup yang sama sekali nggak adaptif (boro-boro mau sensitif). Pertama, mereka ini amat resisten sama hal-hal baru, kedua, jelas cenderung ingin menyerang, menyangkal dan gak welcome. Padahal katanya bangsa kita ini bangsa beradab yang demokratis, yang tingkatan toleransinya tinggi.

(Numpang mengumpat) Beradab? Demokratis? toleransi tinggi? Pret dut cuih!!

Asal lo tau, gw masih lho, punya temen yang bangga setengah mati sama ke-apatisan yang dia punya. Bukannya dibenerin, malah bangga. Seolah-olah itu ciri moderisme yang harus dipunyai orang-orang dikota besar kayak Jakarta. Bullsh1t!

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kartini dulu pernah berkata pada teman bersuratnya di Belanda, "Saya begitu ingin berkenalan dengan gadis modern". Hmm.. Bila suara Kartini menyatakan kekaguman pada fajarnya abad modern, Pramudya justru menyuarakan kekecewaan yang mendalam tentang arti modernisme. Gw bilang, untuk masa sekarang, Pram bisa jadi benar.

Meskipun era modern membawa kebaikan untuk manusia, namun secara paradoks, umat manusia itu sendiri berada dalam ”highly ultimate danger” selama ada orang yang masih hidup tidak sebagai manusia, tetapi sebagai binatang.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gw percaya, bangsa kita memang kena kutuk. Kena kutuk akibat terlalu banyak perilaku kebinatangan yang dilakukan oleh sang manusia yang notabenenya makhluk Tuhan yang digembar-gemborkan paling mulia.

Contoh globalnya gini deh, liat aja reaksi dan bentukan sikap egois nan brutal suatu golongan atau masyarakat manusia yang sedang berhadapan dengan golongan atau masyarakat manusia yang lain, yang asing, yang belum dikenalnya, atau yang mana ia tak mau (atau malas) mengenalnya. Mirip halnya dengan seekor ANJING yang mengambil sikap terhadap ANJING lain yang tidak pernah dikenalnya.

Sikap demikian, sama sekali nggak patut dijadikan contoh oleh suatu bangsa atau individu (bahkan OKNUM) manapun juga.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sepele aja, nggak usah jauh bicara tentang perikemanusiaan. Bicara tentang toleransi aja lama-lama bisa dicap ”pendosa”.

Gw masih inget kok, gimana bokap gw ngelus dada pas gw cerita tentang seorang Muhamad Rovianto yang berstatement (asli tanpa diedit): “Islam yang lembut, yang kerjanya Ibadah, Ngaji dan membiarkan agamanya diinjak2, ya itu Islam yang mencampuradukkan antar agama. Itulah Islam yang moderat sekarang”.

Muhamad Rovianto ini juga mengaku sebagai manusia yang menerapkan Islam yang Kaffah. Sambil mengusap lelehan air matanya, Bokap gw bilang: ”dia bahkan nggak tau apa arti Kaffah. Semoga Tuhan yang maha lembut, memberikan cahaya-Nya yang sejuk sehingga melumerkan keangkuhan hatinya itu”.

Dasar gw emang setan juga, ya gw NGGAK mau mengamini. Yah makanya banyak setan yang nggak tobat-tobat. Abisan kalo ada yang doa nggak di amini.

(Mungkin paragraf ini agak sarkasme) Saat ini, banyak orang yang merasa membela Tuhan, mengimani sedalam-dalamnya, tetapi dalam prakteknya, NGGAK! Sama sekali nggak mencerminkan sebagai orang yang beriman. Perilakunya rusak, kriminal! Hawa nafsu dituruti, keadilah hidup dikhianati.

Suatu kesia-siaan yang mungkin menggelikan, bahkan mungkin menyedihkan..

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Balik lagi ke topik perikemanusiaan limited tadi.

Kalo gw nonton tipi-tipi (yang Alhamdulillahnya produk kapitalis juga), buset, orang-orang barat kalo nolong orang lain yang susah, nggak nanggung-nanggung. Boro-boro manusia, nolong hewan a.k.a binatang aja sampe sebegitu dibela-belainnya. Rasa penghargaan terhadap kemanusiaan yang luar biasa!

Kalo di Indonesia? Wah Madesu, Suram!

Kegelapan yang ada di Indonesia bisa dipastikan berasal dari dan hanya disebabkan oleh sistem dan struktur sosial yang memberi peluang bagi beragamnya tindakan kekerasan terhadap kemanusiaan.

Good Lesson, Rum! >> Every good thing should start with a very simple step.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kata bokap gw, perikemanusiaan, atau kasih (compassion), atau apalah namanya, memang sepintas tampak lemah, tapi kalau kita bisa memanfaatkan energi yang tersimpan dibaliknya, kelemahan itu bisa berevolusi dan njadiin kita individu yang sangat kuat.

Ingat, sempurnanya tubuh nggak pernah menjadikan jaminan atas sempurnanya jiwa. Namun, bagaimana kita mau menyempurnakan jiwa kalo nggak tertinggal sedikitpun rasa perikemanusiaan didalamnya??? Well, belum ada yang mampu menjawab tantangan ini.[]

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ps: Jacky oncom, tikus itu nggak cuma tikus, dia juga punya indra yang bisa merasakan sakit yang sama ketika kamu membakar kulitmu hanya dengan api kecil diatas kertas, sampai kamu tersiksa dan mati oleh kesakitan bukan oleh panas. See from other's different point of view. Got it!!

August 05, 2007

-s.e.l.i.n.g.k.u.h.a.n-

To slow my rush hours, and yet to conceal my dizzy world, I put Avril Lavigne (I’m with you) on the air. The sadness filled heavily in me. Then I took my hot black coffee in hand and hold it tight.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

dara, dara yang sendiri
berani mengembara
mencari di pantai senja
dara, ayo pulang saja, dara!

dara, apa yang kau cari
dilaut dingin di pantai asing
dara, pulang! pulang!

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gw baca berulang-ulang potongan sajak Chairil Anwar pada kertas yang lelah dan lusuh itu. Diluar sini mulai terasa dingin. Angin ibukota memang nggak sekejam angin lereng Dieng ataupun hembusan embun pagi Rinjani, tapi kopi hitam pekat yang sedari tadi gw genggam ini, mulai terasa kehabisan energi.

Di jam dan tempat duduk yang sama beberapa hari silam, Dhito menuliskan puisi ini buat gw. Dia hapal betul tiap detail kata-katanya, hanya saja ada beberapa bait dari puisi itu yang dia buang, "Kalau lengkap ditulis semua, kerasa kurang pas, gw lebih ingin puisi ini berkesan monolog”. Gw tersenyum. ”Nih simpen”. Itu kata-kata terakhir Dhito sebelum akhirnya dia ’pergi’.

Bahasa Dhito adalah bahasa yang lugas tanpa dihias-hias. Bahkan hanya dengan pancaran mata browniesnya (gw selalu bilang begitu), Dhito bisa mengungkap semua rasa kami berdua.

Kami jarang banget ketemu dan bisa ngobrol sepanjang malam seperti hari ini. Jarak yang memisahkan sepenggalan waktu kemarin, nggak berarti membuat kami merasa sama sekali asing ataupun garing. Dhito tipikal cowok lucu dan pintar yang gampang membuat siapa saja tertawa, lantas merasa nyaman deket dia.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tapi konyolnya, reality bites. Gw adalah orang kedua, selalu yang kedua di hati Dhito. He’s now, has a fiance.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

In my vanity, I thought I could make he loves me. Dhito tau itu and that’s why dalam genggaman kelam kenangan kami, Dhito selalu berbisik “You have walked blindly into a situation that you did not anticipate, but don’t worry, I have it too, now”.

Well sometimes, to preserve my sanity, I’m trying not to make myself hard, hard to distinguish the crucial meaning of love between man and a women. Dhito dan Gw.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Beberapa malam kemarin, setelah Dhito menitipkan puisi sederhana itu, Laura datang, mengecup pipi Dhito, juga gw. Dhito dengan perlahan melepas rantai kemesraan yang sedari tadi kami bangun. Gw cuma bisa pasrah.

Dhito was not holding my hand yet hugging my heart again. He’s gone with her. Then I took my hot coffee in hand and hold it tight. Alone.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gw berharap ada some stranger yang bisa nemenin gw malem ini. Tapi yang tersisa cuma penggalan lagu..

It’s a damn cold night, Trying to figure out this life,
Wont you take me by the hand take me somewhere new,
I don’t know who you are but I’m with you..
[]

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Cerita berdasarkan kisah nyata. Diceritakan dan didramatisir kembali (oleh arum, penulis amatiran yang hiperbola n oncom). Sekian.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

To Alia Josephira: Honey Bunny Sweety Baby, mau gemanapuns, selingkuh atau jadi selingkuhan, tetep lah hai, makan pare. Hyuuk mareeh..

August 02, 2007

..dikerjain..

At some dark night,
Silence is in the air,
the very warmth of those stars are frozen.

Yeah, it was somewhere over the rainbow:

gw: "bi.."
Ibs: "hmm?"
gw: "bi! psst.." (narik-narik sweater)
Ibs: "apa?"
gw: "liat ke gw sebentar.."
Ibs: (nengok ke muka gw, pasang tampang manis) "hmm?? napa?"
gw: "Udah belon?"
Ibs: (ngeliat ke depan) "Hmm.. udah kok.. nggak ada" (nengok lagi ke muka gw sambil pasang wajah damai n ngasih the most deadly smile on earth would be)
gw: (nengok ke layar bioskop) Kyaaaaaa!!!! (muka setannya yang berdarah-darah pas gede banget ditengah-tengah layar) Monyeeet lu bi...!!!![]

*derita nonton film A.L.O.N.E ama cowok ONCOM super jail yang lempeng ama film Horor.