..:Toleransi: gw dan sekulerisme milis:..
July 8, 2007 by iyoem
Belakangan, gw mulai capek dengan hujatan orang-orang atas semua pendapat gw yang menentang keras pembicaraan AGAMA (juga SARA) di milis umum. Asal lo tau, bukan gw biang keroknya (setidaknya bukan gw juga yang memulai perdebatan), gw cuma ingin menengahi, at least memberikan pandangan, Jika kita belum mampu untuk mensikapi sebuah perbedaan, janganlah memulai konflik (apalagi menyangkut soal sensitif: SARA).
Gw jadi inget potongan smart conversation between gw & Mas Klentheng (senior di LPM kampus) beberapa waktu lalu. Waktu itu kami ngebahas bahwa: “sisi spritualitas bukanlah theologi, spiritual itu.. non-agamis”.
(Tapi, lain halnya kalo kita bicara tentang iman, pasti nyerempetnya ke teologi, lalu dari teologi pasti akan bicara AGAMA. Nah inilah yang menjadikan perbedaan itu terlihat kian nyata dan memiliki potensi konflik yang membuat banyak orang jadi menderita karenanya)
Kenapa dengan gw yang selalu berpendapat berbeda lalu mereka berhak memasukkan gw kedalam neraka? People got different choices, and it’s God’s right to judge them, not human’s.
Jadi, gini ceritanya, suatu hari, seseorang bernama Ipen memposting artikel yang banyak sekali memuat ayat suci (katanya sih, dalilnya demi kebaikan, who knows? gw sih positif aja), lalu ada makhluk tak dikenal memposting rentetan protes sbb:
=============================================================
hehe hahaha <panggil_aku_ jancuk@yahoo> wrote:.com
lo kalo ngirim artikel jangan yang bawa nama nama kitab suci napa… disini orangnya nggak semuanya muslim, jadi klo ngirim artikel itu yang bisa di baca semua agama, klo kayak gini khan kesannya kaya cuci otak aja
=============================================================
Gw yang saat itu merasa bahwa ada seseorang yang diganggu haknya, maka timbulah sisi kewanitaan gw yang ingin mengupayakan perdamaian. Jadilah gw memposting statement yang membenarkan keduanya: Memang A itu benar, tapi jangan B.
=============================================================
Arum Setyo groovyoem@yahoo wrote:.com
walaupun memang benar, "sampaikan walau satu ayat",
tapi tetap TOLERANSI itu perlu..
-sepakat-
=============================================================
lalu, si pemasang artikel, Ipen, memposting jawaban:
============================================================
idian efendi <idian_ef@yahoo. com> wrote:
Assalammu’aalikum
Maaf jika ada yg tidak suka ama isi artikel ini
Kalo kesannya seperti mencuci otak.. hemmm bukan maksud gw seperti itu, tapi jika anda merasa seperti itu.. oh mungkin.. bisa jadi bener juga.. untuk mencuci otak orang yg berfikir pendek dan hanay berfikir untuk dunia… Inget ajal makin deket
oh iya btw temenku "he he ha ha" yg baik dan budiman ini siapa yah namanya? jadi biar makin kenal gitu…. gw IDIAN EFENDI, biasa di pangil IPPEN so kalo mo ngomong langsung ke gw gpp kok, insya Allah akan gw layanin.. mungkin elo udah kenal gw juga kali yah
Alamat dan Nomor telpon gw juga ada, jadi gampanglah menghubungi gw secara gw gak nyembunyin identitas gw gitu loh
terimakasih
Wassalammualaikum
=============================================================
lalu teman Ipen, Heru, juga ikut meng-ayem-ayem (niatnya mulia loh: Meminimasi konflik):
============================================================
heru <mahaheru@yahoo. com> wrote:
Wa’alaikum salam…
Gak popo Pen… Berbeda2 tapi satu jua kok Pen…
Seperti biasa, Mo kirim, kirim aja…
Yang gak suka monggo dipun filter kemawon…
Mosok yo lulusan STT gak iso bikin filter..
Udah pada gedhe, jangan berantem terus ah…
OKs..? Peace…
-heru-
=============================================================
lalu tanpa disangka, Ipen, si pemasang artikel menjadi besar kepala (karena diayem-ayem tadi) dan gerah (tapi kenapa jadi gw yang kena marah?)
============================================================
idian efendi <idian_ef@yahoo. com> wrote:
hehehe…
duh rue.. aku bingung bahasanya.. tapi yah lumayan sedikit2 mengerti lah hehehe Yup.. semoga dengan semakin bertambah gedenya kita bertambah dewasa juga cara berfikir kita.. dan semakin inget dengan JATAH HIDUP YG SEMAKIN BERKURANG aliAs siap2 masuk ke dAlam KUBURAN…
hemmm ARUM SETYO.. kayaknya gak asing gw denger (eh denger apa baca yah?) klo gak salah beberapa waktu yg lalu namanya sering muncul di milis TE 2001.. sampe heboh banget… tapi seprtinya mba ARUM ini bukan anak d3 TE 2001 or S1 TE 2001.. yah semoga aja kehadiran ARUM SETYO di millis d3 TE 2001 ini bisa menambah manfaat bukan mudhorat
Ippen
http://idian- ippen.blogspot. com
=============================================================
Gw pikir statement dari gw (yang singkat banget!!) akan membuat situasinya lebih baik, tapi nyatanya nggak. Mungkinkah ini masalah genderisme? (secara yang ngeroyok gw cowok semua gitu loh). Kalo memang gitu sih payah, harusnya pake rok aja ke kantor, om!
=============================================================
Nggak beberapa lama, gara-gara ribut masalah ini di milis, ada stranger yang nge-YM gw, beliau ngajak gw ber-conversation seputar masalah yang gw ceritain diatas. Kurang lebih gini isinya:
=============================================================
gw: aku… biang kerok jadinya?
[gw berusaha ramah]
mu_rovi: (iya) karena mendukung sekulerisme email
gw: why not? It’s not quiet appropriate anyway.
mu_rovi: Sorry, saya tidak bisa bahasa Inggris
gw: ”sorry” emang bahasa Arab ya om?
mu_rovi: Toleransi yang mana?
gw: kenapa sinis sekali? Penghormatan dan penghargaan terhadap hak orang lain itu bagian dari pembentukan kemuliaan akhlak. Kenapa disinisi? Sabar… jangan merasa diatas (baca: benar) dulu..
=============================================================
Lalu.. Gw dipanggil Boss. Gw tinggalkanlah conversation itu…
=============================================================
mu_rovi: Hanya mengingatkan saja, Millis D3 TE menjunjung tinggi nilai Toleransi…dengan tetap berpegang teguh pada keyakinannya masing-masing. Kita tidak mau seperti millis TE2001…milis ribut oleh members yang bukan seangkatan [maksutnya: gw]
gw: ya ampun… Milis itu kan gunanya buat mempererat tali silaturahmi, Bukan buat berantem… Saya kan hanya memberikan pendapat. Masalah seangkatan atau tidak, bagaimanapun kita kan satu alumni. Andaikata permasalahan yang dikemukakan adalah masalah intern d3 saya memang ga punya hak buat berkomentar.
mu_rovi: Yang jelas isi millis yang berbau agama akan tetap ada
gw: Itu kan terserah aja, Tapi saya tetep merasa berkomentar adalah hal yang lumrah, selumrah ada yang memasukkan posting berbau agama.
mu_rovi: kalau sudara2 kita yg non muslim mau posting jg ga papa, kita hormati. Kita ingin membersnya berketuhanan, sesuai agamanya masing2.
gw: Betul, tapi tujuan awal dibentuknya milis ini kan untuk silaturahmi
mu_rovi: benar, silaturahim
gw: jadi semua pendapat dan saran adalah hal yang baik, bukan dianggap negatif. Menerima saran adalah hal yang cukup dewasa, kenapa harus sinis mas. Maap yaa… kalo menyinggung dirimu. Kenapa ga baek2 aja. Masalah saya si te2001 adalah masalah yang laen
mu_rovi: Milis D3 adalah milis alumni yang tetap berpegang pada nilai2 kebaikan (agama,kemanusiaan dll)
gw: jadi maksudnya Milis TE2001 enggak? atau barangkali saya "sinisi": hanya d3 yang paling baik?
mu_rovi: bukan begitu, Milis yang lain juga
gw: Coba liat jawaban dari takbir. Admin te 2001, itu adalah contoh orang yang bijaksana, menanggapi dengan pikiran yang dewasa, tidak dengan sinisme atau kemarahan karena dianggap tidak mendukung agamanya. Takbir juga muslim loh
mu_rovi: Kalau agama dinomor 2 kan…saya akan marah. Thanks
gw: saya gak menomor-duakan, apakah ada kata dari saya yang
menunjukkan hal tersebut?
mu_rovi: tidak ada
gw: lalu? relevansi dengan topik kita sekarang apa?
mu_rovi: dengan memberi komentar sepakat pada email sebelumnya, itu masalahnya
gw: kita kan muslim saling berpendapat… iya saya memasukkan itu
sebagai tanda saya setuju dengan pendapat sebelumnya, tapi kan bukan berarti semua orang mesti setuju, itu adalah pribadi masing2 yang menentukan, kalo mas mau berpendapat juga gapapa toh..
mu_rovi: karena email sebelumnya..berisi saran agar jangan mempost hal2 yang berbau ayat suci… hal ini secara tidak langsung membunuh hak semua anggota members untuk mempost yang berbau kitab suci…itu masalahnya..udah gitu di sepakati oleh members yang ga dikenal. Tapi sekali lagi…selamat gabung dalam milis D3 TE 2001….Semoga kebaikan menyertai.. Sorry..kalau kata2 sy terlalu
menghakimi/memvonis. Wassalaamu ‘alaikum Wr Wb
gw: alaikum salam..
=============================================================
Balik dari dipanggil boss, gw bengong baca LCD notebook gw, conversation YM gw tadi tiba-tiba berubah jadi panjang dan asing. Dan gw dapati si Lia cengar-cengir di mejanya.
Jika logikanya dirumuskan pada premis mayor dan premis minor, lalu dari sana dibuat sebuah Konklusi/kesimpulan, maka:
Premis mayor: Hasil YM gw jadi panjang (dan itu bukan bahasa gw)
Premis Minor: gw menemukan fakta bahwa Lia satu-satunya orang diruangan ini (ditambah dia lagi puas ketawa-ketiwi di mejanya pula)
Konklusi/kesimpulan: Hasil chatting ini pasti perbuatan Lia!
Untuk meyakinkan diri, gw nanya ke Lia: “Kenapa lu cengar-cengir nyet?”. Lia berdiri dan membetulkan blouse putihnya ”Nggak, itu tadi, gw chatting di meja lu… hehehe”.
Gw cuma bisa nyengirin Lia balik dan mulai membaca semua buah karya seorang Lia di YM gw. "Lia! tuh denger! gyaahahaha silatuRAHIM ya bukan silatuRAHMI". Lia ngejawab, "Tau deh yang pak Haji". Kamipun ngakak bersama.
Conversation itu sudah terjadi, Mau gimana lagi? emang susah punya sobat terlalu proaktif dan innovatif. Hahaha[]
=============================================================
to mu_rovi@yahoo.com:
[sebagian kata-katanya diambil dari opini gw pribadi di forum diskusi yang memang khusus membahas tentang hal keagamaan]:
Pengamalan nyata dari syariat adalah.. meninggalkan larangan Tuhan, dan melaksanakan kebajikan/perbuatan mulia. Pengamalan syariat juga dimaksutkan untuk menggembleng kita agar bisa hidup dengan budi pekerti yang lebih baik.
Syariat dimaksutkan untuk membangun kepribadian seseorang, karena itu orang yang mengamalkan syariat itu HARUS bisa menerapkannya dalam kehidupan nyata. Ya itu tadi meninggalkan larangan Tuhan, dan melaksanakan kebajikan/perbuatan mulia..
Jangan terlalu sinis dalam melakukan pendefinisian terhadap wujud perbuatan mulia. Itu cuma hatimu yang bisa tau (kalau memang sense kemanusiaanmu masih ada).
Jadi? gimana? setelah berdiam diri dan mendengarkan hati, toleransi itu tetap perlu kan?
Arum-arum…
ribut ama orang-orang yg narrow minded aja kok heboh.. masukan buat kamu, please take a deep breath first, lalu mulailah merapikan seluruh kosa kata, grammer, vocabulary lalu pelan-pelan luncurkanlah semua anak panah otokritik atas semua hal-hal bodoh yang dilakukan ama teman-teman yg mengatasnamakan satu angkatan itu, dengan tepat sasaran…seperti ketika arjuna menjawab pertanyaan bisma pada murid-muridnya, bisma bertanya, apa yang kalihan lihat di pohon sana, seluruh anggota pandawa - kurawa menjawab itu burung, namun hanya arjuna yang bilang itu leher burung dan akan mati dengan cepat dan tidak sakit oleh busur anakku….
jadi moral ceritanya, elu sabar aje ngadepin orang-orang cupu, narrow minded kayak mereka…maklum aja bacaannya kurang, maklum aja dialog antar imannya kurang, maklum aja kemampuan ber-imaginasi dan keluar dari kotak (out of the box) mereka masih jauh dari jurus-jurus standar kungfu seni beragumentasi, maklum saja mereka kesulitan membatasi dan fokus pada satu titik masalah, maklum saja kalau mereka gelagapan dalam membaca tanda-tanda jaman….
maklum saja kalau mereka sebenarnya salinan dari MANSUR-mu hahahahhahahahaahhaahhaahahahha….
good luck my dear friend…(kata-kata hannibal lecter)
ada relevansi apa pake nyebut nama “kramat” itu?
jealous ya? hahaha!
Wah kalo untuk debat online (mo topik apapun, dari agama, filsafat sampe tips trik photoshop, gak bakal efektif. Mo menang atopun kalah ngomong, ngaruhnya dikit.
Mending langsung buktiin di praktek.
arum…arumm….giliran dah ga nyolot lg malahan disolotin…..ya udah, mending nyolot aja skalian!! GUA DUKUNG!!!!!!!
ARUM NYOLOT!!!! lha…maksudnye?
Nona manisku, Rovi pernah jd salah satu tim ku di Berca. Orientasinya memang agak kanan, overall dia baik kok. Sebetulnya yg membedakan hanyalah kesempatan belaka. Kamu, aku dan beberapa orang mungkin punya kesempatan lbh bergaul dgn banyak aliran pemikiran, orang atau ideologi. Itu yg membuat horizon kita lbh luas. Inget Gus Dur, dia sendiri pun mengakui dulu sangat terpikat oleh teologi langit (istilahnya Syafii Maarif), tp apa yg tjd setelah dia bergaul intens dgn banyak orang dgn pemikiran dan ideologi yg berbeda ? Nona manisku, anda berada di jalur yg benar, berpikir merdeka, bebas dari dogma dan doktrin. Karena bahkan kita bisa belajar dari setan sekalipun (yg ini katanya Emha Ainun Nadjib). Konyol kalo Tuhan dan alam semesta yg maha luas ini hanya bisa dipahami satu2nya lewat buku suci yg cuma terdiri dr beberapa ratus lembar halaman.
SAPERE AUDE my dear friend
kalo milis D3 te 2001 itu memang dibuat utk kalangan khusus, jadi aturannya tergantung kalian yg punya grup.
tapi ini adalan Friendster, situs dng anggota dr seluruh dunia yg bebas mengungkapkan pendapat bahkan beberapa diantaranya bebas menghujat.
jadi siapapapun berhak mengirim message ke siapapun yg dikehendakinya, jika kita tdk mau, y protect aja account kita.
kalo kita tdk memprotectnya, maka secara tdk langsung kita ingin profile kita dilihat org2 sedunia dan org bisa kirim message ke kita apa saja kan?
ada yg pamer bodi telanjang, ada yg pamer muka cantik, ada yg pamer wajah ganteng, ada yg pamer kekayaan, dan tentu sj ada yg berusaha menyebarkan beberapa kebaikan menurut agamanya.
jd, kalo kita tdk suka melihat org lain menyebarkan ayat2 suci, ya jng dilihat/ diaprove dong, buat apa menu delete? gitu aja kok repot…..
Bilangin jg tuh ke temen lu yg bilang: “Konyol kalo Tuhan dan alam semesta yg maha luas ini hanya bisa dipahami satu2nya lewat buku suci yg cuma terdiri dr beberapa ratus lembar halaman”
kalo yg dimaksud Al-Qur’an, maka sungguh konyol itu org. Al-Qur’an diturunkan sbg pedoman umat muslim utk menyembah&memahami Allah SWT, bukan menyembah Baginda ALI, Syeh Abdul Qadir Jaelani atau sesama manusia bahkan Nabi seklaipun. Nabi adlh junjungan kita, bukan sesembahan kita, itu harus dipahami.
kalo kamu setuju ttg pikiran dia yg mau menahami tuhan bukan dr buku2 suci itu, wah kamu bisa2 keaarah murtad loh.
itu kalau loh bukan menuduh kamu.
just up2u…
kalo gitu mah, just few man yang masuk neraka. And many man will masuk surga..
-emang just a few lah orang-oang yang aneh-
Arum…udahlah ga perlu diladeni..capek ketemu sm orang yg beragama spt anak kecil..sorga neraka kok dipikirin…hehehe…
iya sih, ibaratnya gini, kalo gw cinta ama cowok seksi smart nan ganteng, gw bakal ngelakuin apapun untuk bisa dicintai sama dia dan ada terus selamanya diSISI dia.
So? semakin jelas sekarang, buat apa wacana surga dan neraka?