« June 2007 | Main | August 2007 »

July 25, 2007

=Kedewasaan Dalam Beragama=

Siang hari, setelah makan siang. Gw, Icha, Cokor naik ke atas, deket Helipad. kami ngeliat-liat koneksi microwave yang selalu bermasalah setiap kali mati lampu.

Abis itu duduk-duduk di tangga. Ketawa-ketawa, cerita-cerita garing.

Gw:
gyahahaha iyh enak ya kayak gini bertiga ketawa-ketawa, sama sekali nggak kerasa kalo kita beda.

Icha:
iya beda, Tuhan gw ganteng, sementara Tuhan lu nggak keliatan.

Cokor:
and Tuhan gw banyak..

kami bertiga:
[ngakak bersama]

=======================================================================================

memang benar kata mantan Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr Syafii Maarif: "Kedewasaan dalam beragama itu terwujud dalam sikap toleransi dan menghargai"[]

                            

July 18, 2007

-dilema: pilih bapakmu apa pacarmu yang oncom??-

Weekend days, gw lagi asyik bertarung ngelawan waktu: mbaca tulisan-tulisannya Dr. Ali Shariati. Nyaris selesai, kalo nggak salah sampai pada bait: “It was Zeinab, the Prophet's grand-daughter, who stood against and confronted the ruling oppressive power, and who overcame all resistance. She took the drops of blood of Karbala as a symbol of courage and justice to all places and all times. Yes! All of these miracles belonged to a woman!”

Tau-tau speaker radio butut gw bunyi ”Tet teretet teretet teretet”. Hmm.. Base station terdekat lagi nyoba nge-paged ponsel gw, rupanya ada yang mau telpon.

Beneran, nggak beberapa lama ponsel gw bunyi. Untungnya, gw selalu pasang handsfree kalo lagi asyik baca. (Alasan pertama, gw nggak mau ganggu tangan gw, juga seluruh badan gw, cuma buat megangin ponsel ampe pegel. Alasan kedua, gw juga nggak mau ngegaggu hak orang lain yang mau telpon gw, even if cuma buat sekedar ngobrol atau curhat nggak jelas).

“Hallo?”
“……”

Anjrit! yang gw denger cuma misek-misek, nangis.

Penuh rasa penasaran, gw raih ponsel gw untuk memastikan siapa yang nangis ampe kayak gini. It’s Listed: Jane, My best friend.

“Jane? Halo? Talk to me..”
“……” Jane masih diam.
“Okay, kalo lo masih diem, gw tutup telponnya”
“……” Gw nunggu.

“Yum, hiks..” Gw masih diem. “transferin gw, duit 3 juta!” Jane to the point

Gw Cuma mlongo.

“Jane? lo kenapa nangis?” gw menurunkan intonasi suara gw. Nggak perduli soal duit atau yang lain.

“Yum, Gw berantem sama bokap soal Fauzi. Dan keputusannya bulet, gw mau kabur nyusul Fauzi ke Aceh!” kata Jane pasti.

Gw bengong. And yet, a certain word, a glance, a guise, will mirror never show. Reflecting not my gaze but my uncertain question caught inside a shadow of our shifting voices.

“Jane? lo udah yakin?” Tanya gw pelan-pelan.
“Gw capek sama Ayah! Ayah nggak pernah mau ngerti gw, pokoknya gw mau kabur aja malem ini, gw mau cabut, kalopun nggak, gw mau bunuh diri aja yum!”

"Glek” Gw nelen ludah. Tiba-tiba aja 2 gelas sirup berwarna crimson favorit gw (Sarangsari rasa manalagi yang udah dipercaya dari taun 1934) yang baru gw tenggak abis jadi kerasa nihil, tenggorokan gw berasa kering sama sekali.

Gw berupaya menenangkan hati dan mendinginkan otak. “..Bunuh diri Jane?” Tanpa sadar, nyebut kata ’bunuh diri’ ngebuat gw jadi ikut merinding and b’keringet dingin.

“Gw mau nyusul Fauzi ke Aceh! Gw cinta ama dia yum! Kalo nggak boleh, gw mau bunuh diri aja!”

Gw nepok jidat! “Masya Allah” Batin gw.

Gw nyoba ngambil alih situasi, “Hmm.. Sweetie, seperti biasa.. abis ini.. telponnya gw tutup 10 menit ya? biar gw bisa ngambil minum dulu, lalu kita bicara lagi, cari solusinya bareng-bareng, okay?”

“Ini udah solusi akhir, yum!” Jane mulai histeris, tangisnya meledak-ledak dan terdengar sangat devastated.

Jane melanjutkan ”I don’t know how it will end, yum. I sustained. But that’s it! I love Fauzi! No matter what!” Jane kembali tersedu, gw cuma diam.

Dalam sedunya yang mengharu, Jane melanjutkan, “apakah pertanda kalah kalo gw harus nyerah? Well I admitt it then, GW NYERAH!! Called me moron!” Kalimat Jane berubah menjadi api: agitatif, membakar dan provokatif. ”Gw mau bunuh diri aja, yum! Ayah Nggak adil sama gw, gw juga punya kehidupan, gw juga punya keinginan!”

Gw jadi kebayang-bayang si oncom Reza, temen kantor gw, yang pernah bilang kalo: kemampuan komunikasi seseorang itu benar-benar diuji ketika menghadapi orang yang sulit untuk diajak berkomunikasi. Ya macem kondisi sekarang ini lah.

Gw mencoba berkompromi, ”Lo harus fair sama gw, Jane. Gw tutup telponnya ya? Biar gw ambil minum dulu, gw janji 10 menit lagi, I’ll call you back. Sementara itu gw mau lo ambil air wudhu, okay darling?”. Suara gw benar-benar beroktaf rendah.

“What if I insist?!” Jane, dalam kalimat amarahnya, menolak gw untuk menutup telpon.

“And for god’s sake, I'd insist back!!” Gw naikkin taruhan. (Padahal sebenernya gw kagak tau, sebesar apa resiko yang bakal gw ambil kalo gw bener-bener tutup telponnya).

Jane meredam tangisnya, ”Okay, but promise you will”

”I will..”
Yes! gw menang!

Dengan tenang, gw nutup telpon. Abis itu, kayak orang gila, gw buru-buru bernafas secepat-cepatnya, nggerak-gerakin tangan gw, senam SKJ bentar buat normalin nafas gw yang ketinggal-tinggal akibat balapan ama rasa panik yang campur baur tadi. “SEMPRUL!!!” gw mengumpat sekenceng-kencengnya!

I am seizing the gap.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jane itu best friend gw. Wanita ini bisa dibilang, suka plin plan, lemah, sering nangis, nrimo dan manjanya minta ampun. Tapi emang gw akuin, anaknya suka nekat. Let’s call it: Super Hyper-impulsif.

Jane punya abang dua, tapi abangnya udah pada ”mentas” alias b’keluarga. Trus emaknya Jane udah lama meninggal, alhasil Jane tinggal sama papanya di Jakarta.

Papa Jane, Om Ravi, udah pensiun. Kerjaan beliau cuma ngurusin perkebunan warisan keluarga, dan itu juga nggak terlalu banyak makan waktu beliau. Abang-abangnya Jane, sangat ingin Jane, sebagai anak terakhir, stay di rumah aja nemenin Om Ravi. Toh tempat tinggal mereka masih cukup buanget kali buat nampung 12 cucu (kalo Jane misalnya emang berencana mao punya anak segitu banyak).

Masalahnya, dari dulu itu, Jane suka ngasal dan sibuk sendiri. Maksut gw ya gitu, suka pengen bebas tapi nggak jelas.

Jane selalu ngiri sama gw. Sampe suatu hari dia keceplosan bilang: ”Yum, lo tuh anak semata combro, tapi gw liat, lo sama sekali nggak kayak combro. Lo tuh kuat, walaupun kadang suka cengeng kayak guah, but at least lo bisa mengupayakan diri lo untuk bisa fight and resisten sama segala macem persoalan yang lo hadepin. Dan lo bisa tega kalo udah bikin satu keputusan, lo bisa tiba-tiba jadi apatis sangking persistennya ama segala sesuatu yang menurut lo bener dan bakal lo pegang. Ajarin gw untuk nggak takut kayak gitu yum”

Anjrit! Waktu itu gw cuma mlongo. Wah harusnya gw suruh dia bikin testimonial buat friendster gw! (Sayangnya dia nggak ikut friendster.)

Yah mau gimana lagi, kami emang beda karakter, jadi ya nggak mungkin bisa sama. Padahal dia itu justru bisa lebih bebas dari gw. Kurang apa coba, soal materi, keturunan, tampang, pendidikan dll die mah jauuuh banget ama gw. Walaupun nama gw ada embel-embel NINGSIH (yang kata bokap gw: NINGRAT) tapi nyatanya (kata emak gw) trah ningrat di keluarga gw nggak berlanjut, Damn patriarki!!

Balik lagi ke Jane. Jane rupanya ketemu sama cowok Indo keren mampus! Yang kata die: mirip Jude Law (halah, plis deh, Tj, mantan gw yang ada dibelahan antah berantah juga mirip Jude Law, tanya Zuber kalo nggak percaya!).

Ya! Tepat! Cowok inilah yang namanya Fauzi.

Orang tua Fauzi udah pernah dateng ke Om Ravi untuk ngelamar Jane. Tapi Om Fauzi nggak terlalu serius nanggepinnya, karena, walaupun keluarganya si Fauzi ini juga tersohor, tetep aja ujung-ujungnya, Fauzi berniat mbawa Jane ke Aceh setelah married. Gw ngerti banget perasaannya Om Ravi. Ibarat kata, Jane Cuma satu-satunya yang dia punya sekarang. Pasti berat ngelepasnya.

Tapi dengan (maap) gobloknya, si oncom Fauzi bukannya mencari solusi, eh malah ngejauh. And ujung-ujungnya Jane mergokin Fauzi selingkuh sebelum akhirnya Fauzi mutusin pertunangan mereka berdua.

Jane yang impulsif dan buta karena cinta, beberapa kali ngajuin bargain dan tetep beberapa kali itu juga di tolak Fauzi.

Entahlah gw nggak habis pikir, gw sendiri sebagai orang luar, bertanya-tanya: ”Fauzi oncom dodolipet!! Sebenernya lo tuh cinta nggak sih ama temen guaaaah?! (Jane) Mana sih rasa pengorbanan elo, plis deh, masa lo nggak sayang and mikirin Om Ravi yang notabenenya bakal jadi bokap lo juga?”.

Entah setan apa yang ngerasukin Fauzi. Pokoknya yang gw tau, akhirnya Fauzi mbawa pacar baru (atau tepatnya selingkuhan)nya itu ke Aceh. Mereka berencana mau nikah dalam hitungan bulan. Desember tahun ini.

Jane bersikeras mau nyusul, tapi Om Ravi nahan semua akses finansial Jane. Karena dari semua momen itu, Om Ravi 100% Y.A.K.I.N kalo Fauzi bukan laki-laki baik. Nah jadi begitulah awal kenapa Jane telpon gw dan mau bunuh diri.

Well, memang pada kenyataannya, kita selalu diuji Tuhan justru pada titik terlemah yang kita miliki. Jane yang lemah, sama sekali buta dan lupa sama Om Ravi. Om Ravi yang mulai renta, mulai merasa sendiri, mulai merasa nggak berarti, malah mau ditinggal kawin lari.

Gw nggak tau, ini perihal Jane yang lemah, atau emang dia itu emang sukanya nekat tanpa berpikir dua-tiga-empat kali? Ah gw bener-bener nggak tau, secara nggak kali ini aja gw dibikin puyeng ama ni oncom satu.

Mungkin pepatah lama itu benar, Kadang kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Malam itu gw nyoba nelpon Jane balik. Gw udah janji cuma ambil minum 10 menit.

Setelah obrolan panjang, gw mulai kesurupan, tapi gw masih ingat bait last conversation yang gw kasih ke Jane:

”Jane, just take a hold. Y’know? These all a knife in my heart too”
Jane memotong
“… Why?”
Cobalah berpikir lagi. Ayah (kali ini gw nggak pake kata-kata ”Om Ravi”) cuma punya satu permintaan di hari senjanya, beliau cuma mau deket elo!! Dan harusnya Fauzi mau mengerti tentang itu, kan bisa dicari solusi yang lain selain yang begini”.

“Sudahlah yum, sampai kapan kita terus berdialektika kayak gini?? I’m tired!” Ungkap Jane datar dan tanpa perasaan.

”Please honey, can you just see beyond? Pertama: Fauzi-pun nggak cinta sama lo, dia malah nyakitin lo! God’s sake, dia udah mau married sama orang, Jane! tapi lo ngebelain dia sampe seolah-olah lo utang nyawa sama dia.”

“…” Jane masih diam

“What about Om Ravi?! He is your FATHER Jane!! Your FATHER! Adil dikit dong, jane. Your FATHER cares about you! He’s worried about you! Masya Allah Jane, Lo buta! lo bener-bener gila dan buta kalo sampe mau kabur ataupun bunuh diri!”

“…………” Jane terus diam dan kembali terisak. Gw dengan cueknya ngelanjutin,

“Sekarang kalo gw ngasi lo duit 3 juta, lo pergi ke aceh, Om Ravi bakalan sakit hati satu kali, karena kepergian lo. Abis itu di Aceh lo dikecewain and disakitin Fauzi lagi. Trus lo pulang ke Jakarta, Om Ravi sakit hati dua kali karena anak kesayangannya dibuat merana and nangis terus-terusan. Abis itu APA JANE?! Lo bunuh diri hah?! Well done, lo nyakitin bokap lo tiga kali..!! Lengkap tiga kali Jane! T.I.G.A KALI!!”

Gw terdiam, Jane apalagi. Gwpun mengeluarkan kalimat oncom yang terakhir dengan cepat dan mematikan, ”Satu aja Jane, Please bikin satu hal buat nyenengin Om Ravi sebelum Om Ravi Mati!”

”......... please don’t say that yum” Jane menyelipkan suara parau dalam isakan tangisnya.

“So?? Please Jane, lepas Fauzi, he’s not the choosen one no matter how big is your love for him! Don’t take your FATHER as a collateral damage (korban sampingan). Kalo lo yakin Tuhan masih ada didalam hati lo, harusnya lo paham kalo Ridho Orangtua itu Ridho Tuhan, Jane!”

Karena gw gemes and nggak tahan, gw tutup telponnya. I don’t give any sh1t to Jane anymore!

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Satu jam kemudian Jane SMS: “Yum, gw nggak jadi ke aceh, lo bener, Kalo ada laki-laki cinta sama gw, dia juga harus cinta ama Ayah. Dan dia harus ngerti segala posisi gw saat ini. Many thanks, you’re always be my pathfinder.”

Gw taro tu ponsel buluk gw. SMS itu nggak gw bales.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Abis itu, nggak henti-hentinya gw mandangin bokap gw yang ketiduran didepan tipi. Rambut dan kumisnya udah mulai putih. Kerutan-kerutan yang harusnya nggak ada, sekarang udah mulai tampak. He’s 50 years old now. Gw inget, kemaren bokap gw baru ngejoke “kalo aku nurut umurnya Rosulullah, berarti kamu cuma bisa liat aku 10 tahun lagi rum..”

Gw mulai bergetar, tapi gw bersikeras nggak mau bikin kegaduhan. Mungkin besok gw harus diskusi serius sama Tuhan, minta diajari cara menguatkan hati, jauh-jauh hari sebelum saat itu tiba[]

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

To jane (juga Chaca): If you love something, let it go. If it comes back it's yours. If it doesn't, it never really was in the first place.

July 12, 2007

-The conversation: part 3-

gw: din mana imel lucu2annya lagih. sombong luh HIH! (lempar pake bakiak)
Dina: *ngelessssssssssssssssss ke kiri*

gw: haiyah!

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: napa nyet?
chaca: yey, bekantan teriak monyet

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Erick: siang, bu oncom
gw: hehehe
Erick: aku mo ngirim artikel tulisan syafii maarif nih
gw: mauuuuuuuuu
Erick: ok, sedang di send

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Darwin: sayangnya, gw selalu merelakan untuk ditinggalkan karena gw gak pernah sanggup untuk meninggalkan, jujur itu...jaman pacaran dulu tentunya...
gw:  oncom luh

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Icha: lg jenuh ma hidup enak ngapain yah?
gw: beli baygon gih
Icha: ga mau.... kata cha2 mending pake molto, biar matinya wangi

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

enrico: rum..punya gmbar lucu ga??
gw: eh punya, mau aku kirimin? kirim ke mana?
enrico: mau dunk

gw: imel

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: mana cha? ini reportnya pak andi udah dateng
caca: LAGI DIKERJAAIINNN SABAR NAPA? GWA LEMPAR PISAU NEHhhhHHHHH!!!!!!
gw: maapppphhhhhhhhh....
caca: DIEM LUUUUUU!!!!

gw: ONCOM KACRUT PMS lu yak, mara2 molo

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Muhamad Rovianto: Toleransi Sangat Perlu.. Karena Perbedaan adalah Fitrah Kehidupan yang harus di sikapi dengan Bijak. Selama tidak bertentangan dengan Aqidah dan Syariat yang Qoth'i
gw: susah emang ya? kata ardi kamu memang garis keras. ya sudahlah
Muhamad Rovianto: Itulah fitnah keji pada siapa yang ingin menerapkan Islam yang Kaffah..disebut garis geras. Islam yang lembut, yang kerjanya Ibadah,Ngaji dan membiarkan agamanya diinjak2, ya itu Islam yang mencampuradukkan antar agama. Itulah Islam yang moderat sekarang

gw: membiarkan..?? ah itu fitnah keji juga. Well, Mereka yang percaya tidak butuh penjelasan, mereka yang tak percaya tak pernah cukup penjelasan. Wah kalo untuk debat online gak bakal efektif. Mo menang atopun kalah ngomong, ngaruhnya dikit. Mending langsung buktiin di praktek. (makasih buat erick dan kata-katanya)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

mas lilik: gue kasih komen tuh di blog elu
gw: lah baru aja gw posting, cepet amat?
mas lilik: beda waktu 1 jam jek
gw: btw, ada relevansi apa pake nyebut nama "kramat" itu? jealous ya? hahaha!
mas lilik: kan biar cupu wakakakkakakakaka 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Icha Hutapea: for arum “If People talk behind your back” what does that mean ? Simple..... it means “YOU ARE TWO STEPS AHEAD OF THEM”. So keep smiling and enjoying life.
gw: masa sih cha?
Icha Hutapea: iya lah, kan mereka ngomongnya dibelakang elo?? ya ga?

gw: ini cerita fisik ya? bukan cerita filosofis? garing luh! hih! (lempar pake MGW) gw pikir beneran!

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PaK aNdi: rum
gw: pak
PaK aNdi: sipendekarwaria...eh sipendekar wanita. Gambar imuticonsnya pas.. laksana pendekar, pendek dan kekar..

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: aku biang kerok jadinya?
ikhwan: karena mendukung sekulerisme email
gw: why not? it's not quiet appropriate anyway
ikhwan: sorry,sy tdk bisa Bhs Inggris

gw: Sorry emang bahasa arab ya!?

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lia: psikiater yg bagus n murah dimana? gw mau periksa kejiwaan gw
gw: banyakin tahajud!!!

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

yudi: gw di sini kebanyakan dah pada tua, gak bisa have fun
gw: yah nggak papa, bisa buat pelajaran elo juga, jalannya kan udah diatur ama yang diatas yud
yudi: sip, many thanks 2 your support 4 me

gw: iya sama-sama ya?

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ozzy: btw,sapa calon iyoem sekarang? ahmadnya dah dilupakan kan?
gw: nggak ada calon, pacar dll.. lupa? masih suka inget dikit
Ozzy: ya ampun yoem. Itukan dah lama banget?

gw: aku belum pernah tersentuh sama kebaikan orang sampe kayak gitu.. ahmad itu baik dan banyak memberikanku kenangan berarti

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: ya.. emang making decision itu nggak segampang bikin oncom din, banyak yang harus reconsidered
Dee: mending makin decision daripada bikin oncom, mana gw tau cara bikin oncom? bikin anak n bikin enak baru gw ngarti.
gw: jijay luh
Dee: emang

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Klentheng: tp hati bs patah
gw: ya.. itu kata-katamu, aku termenung lumayan lama baca puisi2mu itu
Klentheng: puisi yg mana

gw: yang di blog, it's simply.. beautifully phylosopic.. like a blend between earth and chocolate ice cream, harm, soft but yummy

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

KuChRut: darto love you, muah muah
gw: jempol gw yang budug loves yu too

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mas Duta: nice setatus deh pokoknya
gw: ngeledek ya??
Mas Duta: lha siapa yg ngeledek? tapi, sptnya, udh desperate banget
gw: semua bilang gitu, kenapa sih? emang desprate itu kenapa? dosa ya?
Mas Duta: gak sih, kdg g ngerasa gitu juga kok
gw: oncom
Mas Duta: mang lagi knp sih? mendambakan seseorang, tp gk tau siapa orangnya?
gw: bukan...
Mas Duta: tapi?

gw: ya begitulah, kadang undescribed

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Wahyu Djatmiko: yom
gw: ya mas?
Wahyu Djatmiko: kerja dimana ? apa kabar?
gw: aku di managed service NTS mas, kabarku baik, hehehe, mas gimana?
Wahyu Djatmiko: masih seperti biasa. aku di tanjung pinang.
leyeh-leyeh
gw: itu dimana yah?
Wahyu Djatmiko: (_-_)\ pingsan

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

mas bay: wahahaha.. sial.. dr tadi mikir siapa john mc clane.. baru inget klo diehard
gw: haiyah baru inget???

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

rico: non...da ntn transfor??
gw: napa? mau ngajak?
rico: I'm optimus prime here

gw: hehehehe...

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

mas agung: rum lagi sibuk gak?
gw: napa mas? mau traktir?
mas agung: dasar
gw: abisan
mas agung: lo di ext. berapa?
gw: napa emang?
mas agung: ada prblm dikit nih. buru, ext. berapa ? please..

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

om erik: koneksi memburuk?
gw: begitulah om..
om erik: OM? gila luh gw gak stua itu kali, muka mah iya
gw: eike makan dulu yah, tante (gag mau dipanggil om, kan?)
om erik: hrgh.. salah ngomong gw...

gw: elu sih

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: cha tadi situmorang minta id ym lu, tapi gag gw kasih, sekian dan terima kasih
Icha Hutapea: =))

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: btw, suamimu bolehin kamu kerja na? gimana negosiasinya dulu?
Ina: alhamdulillahnya ya yum, dia itu orangnya flexible dan  pengertian sekali.. aku pernah nanya setelah menikah boleh kerja gak? trs dia bilang gpp, malah kasian kalu aku gak kerja, secara aku udah 3 tahun yum kerja.. takut pause power syndrom gitu... hahaha... trs nanti kalu udah punya anak, dia bilang boleh kerja atau gaknya diliat sikonnya,,, baik yah suamikuw... hihihihi
gw: wah ... iya.. ngiri nih!
Ina: aku doain deh, semoga suami iyum nanti baik hati dan pengertian...  amin!! hihiihi

gw: hehehe (garuk garuk kepala sambil mengamini didalam hati)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mas ndut: sibuk ya?
gw: napa om?
mas ndut: gpp, just wanna chat aja

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: oncom, pa kabar lu
yudi adi: baik arum yg cantik, alhamdulilah
gw: gimana disana?
yudi adi: banyak kerjaan banget

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dodi: pa kabr rum? udah sehat?
gw: oy udah

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PurnoMo: Assalamu'alaikum....
gw: salaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaam
PurnoMo: gmn kabar Yooooem?
gw: baik
PurnoMo: lg sibuk opo ki?
gw: KPI
PurnoMo: opo kuwi KPI?
gw: Key performance report a.k.a network health report
PurnoMo: Dikau bagian Performance Analysist gitu toch??
gw: iye
PurnoMo: gimana performance networkmu sekarang?
gw: rahasia
PurnoMo: rahasia2an sekarang si yoem.. optimasi juga Iyoeem?
gw:  iyah
PurnoMo: Keren semuanya serba bisa...

gw: ah nggak juga, kamu belum kuceritain yang lain, nanti melongo =))

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gun: Hai cantik
gw: hai cantik
Gun: I miss u rum
gw: iya aku juga
Gun: Tp kalo cinta gak ya hwekekek
gw: aku juga gak ya hwekekek
Gun: Ya sudah roem berhubung km gak cinta aku, aku pamit dulu..
gw: ya...

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

heru: Yo wes gpp..Seng penting dirimu bahagia dgn kamu skarang ini, orang mau jdian, opo jkt meh banjir, ato sutiyoso jd gendheng, gak ngaruh seng penting awakmu hepi2 hura2
gw: iyo.. aku heppi kok, thanks
heru: Iyo happy2..Tp matanya jgn berkaca kaca gt
ah..Hehe
gw: lho tenan, wes ilang rasane, aku ketemu buanyak cowok2 yang lebih fantastik dan menggairahkan dari dia..

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: mi, turut berduka ya?
Tami: makasih mbak
gw: yang sabar
Tami: iya

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gw: ikut status ya bro
andi: maksud loeeeeeeee, reseeeeeee
gw: bodo...
andi: emang knapa loe
gw: itu apa sih? judul lagu ya?
andi: ikut2 status gw
gw: ayo gih ganti status.. ntar gw ikut lagi
andi: cah gemblung!

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: pak ngerjain D3 yang tgl 7 ama 8 besok ya, ada site  mati neh. Yang tgl 1 aku check complete pak, jadi aku tinggal ngurus yang tgl 7&8 (D3)
PaK aNdi: ok rum, nggak masalah...
gw: janji deh.. janji seorang wanitaaaa.. (halah)
PaK aNdi: janji seorang wanita, jarang komitnya, hanya penuh tipu daya...

gw: tergantung wanitanya pak : saya kebetulan  setengah2..

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

andika: hai apa kabar
gw: baik
andika: apa dah lupa ya dengan mas andika
gw: iya lupa
andika: kan dah pernah chat dengan mas
gw: iya tapi lupa tuh
andika: ya mungkin sudah lama ya mas ga' pernah chat

gw: beneran lupa

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mas Boiy: kabar gimana neh jomblo
gw: kabar gw baik, masih nggak percayaan ama cowok masih suka diskusi teologi langit ama orang-orang milis, ya gitu.. du?
Mas Boiy: alhamdulillah, masih idup
Gw: so far so well kan jul? jangan bilang masih idup aja, emosi gimana? masih stabil?
Mas Boiy: gw kan gak esmosian, cool
gw: bukan cool, tapi apatis...
Mas Boiy: maksud loe, cuek?
gw: iya, cuek kan mendekati apatis..
Mas Boiy: beda lah
gw: mirip
Mas Boiy: klo apatis kan sama skali gak mikirin, gw kan kata loe justru kebalikan

gw: iya ya?? gw pernah bilang gitu? wah nggak konsisten nih.. nggak bisa nyela kalo gituh, yaaahh

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: pak andi (suami bu dian) orangnya cooperative, aku nggak pernah nemo cowok gitu bu, walah.. suram hidupku, madesu
Bu Dian: hahaha .... ada ajaaaaa .... gak lah, biasa aja ... namanya rumah tangga pasti pernah ketabrak masalah juga. but after 13 years, mulai bisa lebih logis
gw: lebih logis? hahaha aku suka bahasanya!
Bu Dian: lha iya, kalo abg berantem nangis dan ngabur
gw: we... kalo yang logis?
Bu Dian: kalo udah 13 tahun nikah, berantem means ... mari ke kafe ato resto di saat anak2 sudah bobok semua, and discuss ...

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ik: kalo lo jago nulis gitu bu, knp gak lo coba isi dimajalhnya mala..
gw: weh, kacrut nanti
Ik: mang gak pernah coba.?

gw: nggak

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Caca: iye ada si kacang polong garuda asemmm, jadi ga bisa isi2 bulbo lagi euy
gw: yah takut ama kacang bolong, cuek aja lagih
Caca: apaan kmrn gwa cuma ngeliat freind listnya si cokor aja dimarahin
gw: kenapa?
Caca: tau...
gw: beliin baygon sono, biar gak PMS
Caca: goblok

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

mas Klent: ya kuharap u bisa cpt jadian sm bilven
gw: Hahaha, I like he's chinese face...
mas Klent: u kok ikut2an aku sih, sukanya chinese
gw: ho? masa tha????
mas Klent:  yoi

gw: oncom lu mas

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

lekopr: udah dihubungi ama surman lg?
gw: nggak pernah, kata terakhir ya itu "kita begini aja"
lekopr: hahahhahahaah

gw: sialan lu

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

gw: faza faza... kamu ngga capek jalan2 terus?
faza: mumpung msh bisa jalan2
gw: iya iya...
faza: pacarmu sapa rum?
gw: jomblo
faza: koq jomblo?
gw: mungkin emang belum ketemu aja
faza: berarti aku salah denger donk, katanya km dah married

gw: HAH!! mbek sopo???? mbek kowe??!! [misuh misuh]

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mbak Indri: hey, listen, crying can make you healthier...
gw: I need sumone to cry.. at least to start
Mbak Indri: it's done already? I'll give u my little shoulder...
gw:  I still can't.. maybe my heart stoned...
Mbak Indri: that's okey, even stones will take time to get evoluted being sands

gw: but by the time it ends, it no longer have a soul

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mbak Dian: apa kabar malih.. stiap kali gw buka friendster gw cm baca bulletin lo doang, knp jd tambah gila ya nih org..
gw: buset[]

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

see conversation part 1
see conversation part 2

July 08, 2007

..:Toleransi: gw dan sekulerisme milis:..

Belakangan, gw mulai capek dengan hujatan orang-orang atas semua pendapat gw yang menentang keras pembicaraan AGAMA (juga SARA) di milis umum.  Asal lo tau, bukan gw biang keroknya (setidaknya bukan gw juga yang memulai perdebatan), gw cuma ingin menengahi, at least memberikan pandangan, Jika kita belum mampu untuk mensikapi sebuah perbedaan, janganlah memulai konflik (apalagi menyangkut soal sensitif: SARA).

Gw jadi inget potongan smart conversation between gw & Mas Klentheng (senior di LPM kampus) beberapa waktu lalu. Waktu itu kami ngebahas bahwa: “sisi spritualitas bukanlah theologi, spiritual itu.. non-agamis”.

(Tapi, lain halnya kalo kita bicara tentang iman, pasti nyerempetnya ke teologi, lalu dari teologi pasti akan bicara AGAMA. Nah inilah yang menjadikan perbedaan itu terlihat kian nyata dan memiliki potensi konflik yang membuat banyak orang jadi menderita karenanya)

Kenapa dengan gw yang selalu berpendapat berbeda lalu mereka berhak memasukkan gw kedalam neraka? People got different choices, and it's God's right to judge them, not human’s. 

Jadi, gini ceritanya, suatu hari, seseorang bernama Ipen memposting artikel yang banyak sekali memuat ayat suci (katanya sih, dalilnya demi kebaikan, who knows? gw sih positif aja), lalu ada makhluk tak dikenal memposting rentetan protes sbb:

=============================================================

hehe hahaha <panggil_aku_ jancuk@yahoo> wrote:.com

lo kalo ngirim artikel jangan yang bawa nama nama kitab suci napa... disini orangnya nggak semuanya muslim, jadi klo ngirim artikel itu yang bisa di baca semua agama, klo kayak gini khan kesannya kaya cuci otak aja

=============================================================

Gw yang saat itu merasa bahwa ada seseorang yang diganggu haknya, maka timbulah sisi kewanitaan gw yang ingin mengupayakan perdamaian. Jadilah gw memposting statement yang membenarkan keduanya: Memang A itu benar, tapi jangan B.

=============================================================

Arum Setyo groovyoem@yahoo wrote:.com

walaupun memang benar, "sampaikan walau satu ayat",
tapi tetap TOLERANSI itu perlu..
-sepakat-

=============================================================

lalu, si pemasang artikel, Ipen, memposting jawaban:

============================================================

idian efendi <idian_ef@yahoo. com> wrote:

Assalammu'aalikum
Maaf jika ada yg tidak suka ama isi artikel ini
Kalo kesannya seperti mencuci otak.. hemmm bukan maksud gw seperti itu, tapi jika anda merasa seperti itu.. oh mungkin.. bisa jadi bener juga.. untuk mencuci otak orang yg berfikir pendek dan hanay berfikir untuk dunia... Inget ajal makin deket 

oh iya btw temenku "he he ha ha" yg baik dan budiman ini siapa yah namanya? jadi biar makin kenal gitu.... gw IDIAN EFENDI, biasa di pangil IPPEN so kalo mo ngomong langsung ke gw gpp kok, insya Allah akan gw layanin..  mungkin elo udah kenal gw juga kali yah :)

Alamat dan Nomor telpon gw juga ada, jadi gampanglah menghubungi gw secara gw gak nyembunyin identitas gw gitu loh

terimakasih

Wassalammualaikum

=============================================================

lalu teman Ipen, Heru,  juga ikut meng-ayem-ayem (niatnya mulia loh: Meminimasi konflik):

============================================================

heru <mahaheru@yahoo. com> wrote:

Wa'alaikum salam...

Gak popo Pen... Berbeda2 tapi satu jua kok Pen...
Seperti biasa, Mo kirim, kirim aja...

Yang gak suka monggo dipun filter kemawon...
Mosok yo lulusan STT gak iso bikin filter..
Udah pada gedhe, jangan berantem terus ah...

OKs..? Peace...

-heru-

=============================================================

lalu tanpa disangka, Ipen, si pemasang artikel menjadi besar kepala (karena diayem-ayem tadi) dan gerah (tapi kenapa jadi gw yang kena marah?)

============================================================

idian efendi <idian_ef@yahoo. com> wrote:

hehehe...
duh rue.. aku bingung bahasanya.. tapi yah lumayan sedikit2 mengerti lah hehehe Yup.. semoga dengan semakin bertambah gedenya kita bertambah dewasa juga  cara berfikir kita.. dan semakin inget dengan JATAH HIDUP YG SEMAKIN  BERKURANG aliAs siap2 masuk ke dAlam KUBURAN...

hemmm ARUM SETYO.. kayaknya gak asing gw denger (eh denger apa baca yah?)  klo gak salah beberapa waktu yg lalu namanya sering muncul di milis TE 2001..  sampe heboh banget... tapi seprtinya mba ARUM ini bukan anak d3 TE 2001 or S1  TE 2001.. yah semoga aja kehadiran ARUM SETYO di millis d3 TE 2001 ini bisa  menambah manfaat bukan mudhorat

Ippen

http://idian- ippen.blogspot. com

=============================================================

Gw pikir statement dari gw (yang singkat banget!!) akan membuat situasinya lebih baik, tapi  nyatanya nggak. Mungkinkah ini masalah genderisme? (secara yang ngeroyok gw cowok semua gitu loh). Kalo memang gitu sih payah, harusnya pake rok aja ke kantor, om!

=============================================================

Nggak beberapa lama, gara-gara ribut masalah ini di milis, ada stranger yang nge-YM gw, beliau ngajak gw ber-conversation seputar masalah yang gw ceritain diatas. Kurang lebih gini isinya:

=============================================================

gw: aku... biang kerok jadinya? :) [gw berusaha ramah]

mu_rovi: (iya) karena mendukung sekulerisme email

gw: why not? It's not quiet appropriate anyway.

mu_rovi: Sorry, saya tidak bisa bahasa Inggris

gw: ”sorry” emang bahasa Arab ya om?

mu_rovi: Toleransi yang mana?

gw: kenapa sinis sekali? Penghormatan dan penghargaan terhadap hak orang lain itu bagian dari pembentukan kemuliaan akhlak. Kenapa disinisi? Sabar...  jangan merasa diatas (baca: benar) dulu..

=============================================================

Lalu.. Gw dipanggil Boss. Gw tinggalkanlah conversation itu...

=============================================================

mu_rovi: Hanya mengingatkan saja, Millis D3 TE menjunjung tinggi nilai Toleransi...dengan tetap berpegang teguh pada keyakinannya masing-masing. Kita  tidak mau seperti millis TE2001...milis ribut oleh members yang bukan seangkatan [maksutnya: gw]

gw: ya ampun... Milis itu kan gunanya buat mempererat tali silaturahmi,  Bukan buat berantem... Saya kan hanya memberikan pendapat. Masalah  seangkatan atau tidak, bagaimanapun kita kan satu alumni. Andaikata  permasalahan yang dikemukakan adalah masalah intern d3 saya memang ga punya  hak buat berkomentar.

mu_rovi: Yang jelas isi millis yang berbau agama akan tetap ada

gw: Itu kan terserah aja, Tapi saya tetep merasa berkomentar adalah hal  yang lumrah, selumrah ada yang memasukkan posting berbau agama.

mu_rovi: kalau sudara2 kita yg non muslim mau posting jg ga papa, kita hormati.  Kita ingin membersnya berketuhanan, sesuai agamanya masing2.

gw: Betul, tapi tujuan awal dibentuknya milis ini kan untuk silaturahmi

mu_rovi: benar, silaturahim

gw: jadi semua pendapat dan saran adalah hal yang baik, bukan dianggap  negatif. Menerima saran adalah hal yang cukup dewasa, kenapa harus sinis mas.  Maap yaa... kalo menyinggung dirimu. Kenapa ga baek2 aja. Masalah saya si  te2001 adalah masalah yang laen

mu_rovi: Milis D3 adalah milis alumni yang tetap berpegang pada nilai2 kebaikan (agama,kemanusiaan dll)

gw: jadi maksudnya Milis TE2001 enggak? atau barangkali saya "sinisi":  hanya d3 yang paling baik?

mu_rovi: bukan begitu, Milis yang lain juga

gw: Coba liat jawaban dari takbir. Admin te 2001, itu adalah contoh orang  yang bijaksana, menanggapi dengan pikiran yang dewasa, tidak dengan sinisme atau kemarahan karena dianggap tidak mendukung agamanya. Takbir juga muslim loh

mu_rovi: Kalau agama dinomor 2 kan...saya akan marah. Thanks

gw: saya gak menomor-duakan, apakah ada kata dari saya yang 
menunjukkan hal tersebut?

mu_rovi: tidak ada

gw: lalu? relevansi dengan topik kita sekarang apa?

mu_rovi: dengan memberi komentar sepakat pada email sebelumnya, itu  masalahnya

gw: kita kan muslim saling berpendapat... iya saya memasukkan itu 
sebagai tanda saya setuju dengan pendapat sebelumnya, tapi kan bukan berarti  semua orang mesti setuju, itu adalah pribadi masing2 yang menentukan, kalo mas mau berpendapat juga gapapa toh..

mu_rovi: karena email sebelumnya..berisi saran agar jangan mempost hal2 yang  berbau ayat suci... hal ini secara tidak langsung membunuh hak semua anggota  members untuk mempost yang berbau kitab suci...itu masalahnya..udah gitu di  sepakati oleh members yang ga dikenal. Tapi sekali lagi...selamat gabung dalam  milis D3 TE 2001....Semoga kebaikan menyertai.. Sorry..kalau kata2 sy terlalu 
menghakimi/memvonis. Wassalaamu 'alaikum Wr Wb

gw: alaikum salam..

=============================================================

Balik dari dipanggil boss, gw bengong baca LCD notebook gw, conversation YM gw tadi tiba-tiba berubah jadi panjang dan asing. Dan gw dapati si Lia cengar-cengir di  mejanya.

Jika logikanya dirumuskan pada premis mayor dan premis minor, lalu dari sana  dibuat sebuah Konklusi/kesimpulan, maka:

Premis mayor: Hasil YM gw jadi panjang (dan itu bukan bahasa gw)
Premis Minor: gw menemukan fakta bahwa Lia satu-satunya orang diruangan ini 
(ditambah dia lagi puas ketawa-ketiwi di mejanya pula)
Konklusi/kesimpulan: Hasil chatting ini pasti perbuatan
Lia!

Untuk meyakinkan diri, gw nanya ke Lia: “Kenapa lu cengar-cengir nyet?”. Lia berdiri dan membetulkan blouse putihnya ”Nggak, itu tadi, gw chatting di meja lu... hehehe”.

Gw cuma bisa nyengirin Lia balik dan mulai membaca semua buah karya seorang Lia di YM gw. "Lia! tuh denger! gyaahahaha silatuRAHIM ya bukan silatuRAHMI". Lia ngejawab, "Tau deh yang pak Haji". Kamipun ngakak bersama.

Conversation itu sudah terjadi, Mau gimana lagi? emang susah punya sobat terlalu  proaktif dan innovatif. Hahaha[]

=============================================================

to mu_rovi@yahoo.com:
[sebagian kata-katanya diambil dari opini gw pribadi di forum diskusi yang  memang khusus membahas tentang hal keagamaan]:

Pengamalan nyata dari syariat adalah.. meninggalkan larangan Tuhan, dan  melaksanakan kebajikan/perbuatan mulia. Pengamalan syariat juga dimaksutkan  untuk menggembleng kita agar bisa hidup dengan budi pekerti yang lebih baik.

Syariat dimaksutkan untuk membangun kepribadian seseorang, karena itu orang  yang mengamalkan syariat itu HARUS bisa menerapkannya dalam kehidupan nyata.  Ya itu tadi meninggalkan larangan Tuhan, dan melaksanakan kebajikan/perbuatan  mulia..

Jangan terlalu sinis dalam melakukan pendefinisian terhadap wujud perbuatan  mulia. Itu cuma hatimu yang bisa tau (kalau memang sense kemanusiaanmu masih ada).

Jadi? gimana? setelah berdiam diri dan mendengarkan hati, toleransi itu tetap perlu kan?